Konflik Pilkada Sleman Contoh Ketidakdewasaan Parpol

Patricia Vicka    •    Jumat, 23 Oct 2015 17:00 WIB
pilkada serentak
<i>Konflik Pilkada Sleman Contoh Ketidakdewasaan Parpol</i>
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terancam mundur dari jadwal hanya karena salah satu calon pemimpin diduga dijegal oleh partai tempatnya bernaung. Dia hampir tak dapat menjadi peserta pilkada hanya karena parpol enggan mengeluarkan Surat Keputusan pengunduran diri calon. Padahal, SK itu merupakan syarat utama untuk menjadi peserta pilkada.

Pengamat Politik dari UGM Mada Sukmajati menilai konflik semacam itu merupakan bentuk ketidakdewasaan partai menyikapi persoalan. "Elit Parpol belum dewasa. Politik mereka masih berorientasi pada kepentingan kelompok. Padahal, bicara soal pilkada kan bicara juga soal nasib rakyat," ujar Mada saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat (23/10/2015).

Menurutnya, parpol tidak mempermainkan nasib rakyat dengan kepentingan partai. "Janganlah nasib rakyat dipermainkan dengan permainan yang tidak cerdas itu. Segera selesaikan permasalahan ini," kata dia.

Ia yakin permasalahan ini bisa diselesaikan dengan mudah bila ada itikad baik dari parpol. "Mudah diselesaikan dengan adanya kemauan yang baik. Lalu komunikasi politik dibangun antarparpol Sleman untuk mendapatkan kesepakatan bersama," jelasnya.

Tak hanya itu, menurutnya, masyarakat dan pimpinan daerah bisa berperan membantu menyelesaikan persoalan yang mengancam nasib rakyat. "Tokoh-tokoh masyarakat, LSM yang bergerak dalam hal politik, dan kepala daerah bisa berperan sebagai fasilitator untuk menyelesaikan masalah ini," kata Mada.

Seperti diketahui, Sri Muslimatun, bakal calon wakil bupati Sleman belum mengumpulkan Surat Keputusan (SK) pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Sleman dari Fraksi PDIP. Hingga kini dia belum mendapatkan surat keterangan dari PDIP terkait pengunduran dirinya.

Pilkada Sleman diikuti oleh dua pasangan calon yakni Yuni Setya-Danang Wicaksana dan Sri Purnomo-Sri Muslimatun.


(UWA)