Komnas PA Dukung Pengebirian Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 23 Oct 2015 17:11 WIB
kekerasan seksual anak
Komnas PA Dukung Pengebirian Pelaku Kejahatan Seksual Anak
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Cirebon: Tingginya angka kejahatan seksual terhadap anak membuat sejumlah kalangan khawatir. Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta pemerintah menetapkan hukuman yang bisa memberikan efek jera bagi pelaku.

“Untuk saat ini hukumannya masih ringan, tidak ada yang sampai 15 tahun,” ujar Arist saat menghadiri seminar Perlindungan Hukum Kekerasan Seksual Terhadap Anak, yang diselenggarakan Polres Cirebon, di Hotel Aston Cirebon, Jumat (23/10/2015).

Adanya wacana hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seks anak, Arist mengaku sangat setuju. Bahkan dirinya mengungkapkan bahwa Komnas Perlindungan Anak sudah mengusulkan hukuman tersebut sejak dua tahun lalu. “Kami sudah mengusulkan hukuman tersebut sejak 2013 sebagai bagian pemberatan hukuman,” kata Arist.

Menurutnya, saat ini kekerasan terhadap anak sudah meningkat tajam. Hingga 2015 Komnas PA mencatat ada 21 juta anak terlanggar haknya. Bahkan, pada 2013 Komnas PA sempat mencanangkan sebagai tahun siaga kejahatan seksual karena tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Dukungan pengebirian tersangka kekerasan seksual anak juga datang dari Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil. "Hukuman kebiri dapat menjadi solusi untuk memaksimalkan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual, khususnya para pedofil," kata Nasir.

Nasir mengatakan pemberatan hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual merupakan jawaban atas maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak belakangan ini. "Hukuman kebiri secara kimiawi bisa merupakan salah satu alternatif tambahan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual yang kini kian sadis terhadap korban" katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan hukuman kebiri tidak hanya memberikan efek jera, tapi juga menghilangkan kemampuan pelaku mengulangi hal serupa. "Hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak belum maksimal mengurangi tingkat kejahatan seksual terhadap anak," kata dia.

Nasir yakin hukum kebiri tak akan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Menurutnya, Pasal 28J UUD 1945 menyatakan hak asasi seseorang digunakan dengan menghargai dan menghormati hak asasi orang lain. "Tentu hak asasi anak untuk mendapatkan rasa aman perlu dikedepankan, mengingat anak adalah aset bangsa yang perlu dijamin perlindungan dan keamanannya," ujar Nasir.


(UWA)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

8 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA