Kejagung Segera Umumkan Tersangka Kasus Victoria

Meilikhah    •    Jumat, 23 Oct 2015 18:26 WIB
kasus korupsi
Kejagung Segera Umumkan Tersangka Kasus Victoria
Jampidsus Widyo Pramono. Foto: Arya Manggala/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung segera menetapkan tersangka pada kasus dugaan pidana penjualan hak tagih atau pengalihan piutang dalam cessie Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) oleh Victoria Sekuritas Indonesia (VSI). Penyidik sudah mengantongi nama calon kuat tersangka.

"Enggak lama lagi kita tetapkan tersangka. Sudah ada calon tersangkanya," ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Widyo Pramono di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2015). 

Widyo mengakui penetapan tersangka dalam kasus Victoria Sekuritas ini sangat hati-hati. Penyelidikan kasus ini, kata dia, sangat komprehensif. Kejaksaan tak mau ambil risiko. 

"Kalau buru-buru, nanti diajukan ke praperadilan, apalagi kalau kalah. Apa saya tidak malu? Makanya kita hati-hati," tegas Widyo.

Kasus yang menyeret PT VSI ini bermula dari cessie BPPN dalam penjualan BTN. Mulanya, PT Adistra Utama (AU) punya utang Rp469 miliar ke BTN untuk proyek pembangunan perumahan di Karawang pada akhir 1990.

Kredit utang itu macet saat krisis ekonomi mendera Indonesia pada 1998. Pemerintah kemudian memasukan BTN ke BPPN untuk diselamatkan. Belakangan, sejumlah kredit macet itu dilelang, termasuk utang PT AU.

PT Victoria Securities International Corporation (VISC) kemudian membeli cessie BTN senilai Rp26 miliar pada 2003. Kemudian, PT AU ingin menebus utang tersebut tapi VISC menyodorkan nilai Rp2,1 triliun untuk aset tersebut. Masalah inilah yang kini diselidiki Kejaksaan Agung.

Penanganan kasus tersebut membuat Kejaksaan Agung akhirnya menggeledah ke kantor perusahaan PT VSI. Tak terima, PT VSI kemudian melakukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang pada putusannya memenangkan pihak perusahaan tersebut. 

Terkait kasus ini, Jaksa Agung dipanggil pimpinan DPR dan pimpinan Komisi III DPR, Jumat 21 Agustus. Pertemuan yang digelar di ruang rapat pimpinan ini hanya dihadiri tiga pimpinan DPR, Setya Novanto, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah serta dua pimpinan Komisi III Aziz Syamsuddin dan Desmond Junaedi Mahesa. Dua pimpinan DPR dan pimpinan Komisi III yang lain tak nampak. Begitupun juga anggota Komisi III, tak seorangpun hadir.   

Sekretariat Jenderal DPR melalui surat undangan liputannya menyampaikan pertemuan ini membahas klarifikasi insiden salah geledah PT Victoria Securities Indonesia. Penggeledahan ini terkait kasus pembelian aset BTN melalui BPPN. 

Dalam hal ini PT VSI mengklaim tidak ada kaitan dengan kasus yang tengah disidik. PT VSI pun melayangkan surat pengaduan ke DPR. DPR langsung bereaksi dengan memanggil Jaksa Agung secara mendadak dan menggelar pertemuan tertutup. 


(KRI)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

5 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA