Produktivitas Perlu Dipertimbangkan dalam Formulasi Pengupahan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 23 Oct 2015 19:04 WIB
buruhupah
Produktivitas Perlu Dipertimbangkan dalam Formulasi Pengupahan
Pengamat ekonomi Felia salim (kiri) (Antara/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah membuat dan menetapkan formulasi baru pada perhitungan pengupahan buruh di Indonesia dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV dengan menggunakan rumus berdasarkan perhitungan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun ternyata ada yang kurang dari formulasi tersebut.

Pengamat Ekonomi Felia Salim menilai pemerintah belum memasukkan satu perangkat dalam formulasi perhitungan pengupahan buruh, yakni dengan penghitungan kenaikan upah berdasarkan kinerja atau produktivitas.

"Kalau saya, ada satu diskusi yang difokuskan yakni bagaimana memasukkan kompensasi setiap peningkatkan dengan produktivitas," kata Felia kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, seperti diberitakan Jumat t (23/10/2015).

Menurutnya, hal tersebut sangat perlu dikaitkan dalam formulasi pengupahan. Apalagi, lanjut Felia, jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan mampu berkompetisi dengan negara lain, maka pekerjanya juga harus produktif.

"Ya istilahnya keringat kita harus diukur kalau ada peningkatan produktivitas. Jadi, berdasarkan kinerja atau performance based," pungkas mantan Vice President Bank Negara Indonesia (BNI) ini. 


(ABD)