Tak Cukup Bukti, Kasus yang Menjerat Risma Akan Dihentikan

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Jumat, 23 Oct 2015 23:08 WIB
tri rismaharini
Tak Cukup Bukti, Kasus yang Menjerat Risma Akan Dihentikan
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Polda Jawa Timur akan mengambil keputusan terkait kasus yang dituduhkan kepada Mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Salah satunya adalah mengambil langkah SP3 (surat perintah penghentian penyidikan).

“Dalam kasus ini, setelah dilakukan penyidikan, kami tidak menemukan cukup bukti. Selanjutnya kami akan gelar perkara melakukan SP3,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Polisi Wibowo, di Markas Polda Jawa Timur, Jumat (23/10/2015).

Wibowo mengatakan, dari penyelidikan dan penyidikan Polda Jatim tidak menemukan adanya unsur pelanggaran pidana yang dilakukan Risma yang saat ini menjadi peserta pilkada Kota Surabaya.

“Semua prosedur hukum telah kami lakukan. Seperti meminta keterangan saksi, bukti fisik dan keterangan ahli, simpulannya kami tidak menemukan adanya pelanggaran hukum,” katanya.

Dijelaskan Wibowo, gelar perkara untuk SP3 rencananya akan dilakukan 25 Oktober mendatang. Di situ akan diputuskan secara resmi jika kasus yang menimpa Risma telah dihentikan. “Tanggal 25 Oktober kami akan gelar perkara. Hasil gelar nanti akan kami kirim ke Kejati juga,” ujarnya.

Selama proses hukumnya, Wibowo mengatakan telah memeriksa beberapa saksi baik dari pelapor PT Gala Bumi Perkasa, kemudian saksi-saksi lainnya. “Bu Risma juga pernah kami periksa sekali pada 17 Juni 2015,” kata Wibowo.

Kehebohan bermula saat Kasi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur Romy Arizyanto mengaku telah menerima surat pemberitahuan dilakukan penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Jatim yang isinya menetapkan Tri Rismaharini sebagai tersangka. Pihak Kejati juga telah menurunkan dua jaksa untuk meneliti berkas perkara tersebut.

“Tersangkanya atas nama Bu Risma dan kami menerima pada 30 September. Kasusnya tentang penyalahgunaan wewenang Pasal 421 KUHP. Kami sudah memerintahkan dua jaksa untuk meneliti berkas tersebut,” ujar Romy saat ditemui Metrotvnews.com di ruang kerjanya.


(UWA)

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

40 minutes Ago

Tridianto mengatakan, sejak kasus Hambalang menguak, Nazaruddin dianggap kerap memfitnah Anas.&…

BERITA LAINNYA