Risma Tersangka, Polda Jatim Anggap Kejati Salah Tafsir SPDP

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Jumat, 23 Oct 2015 23:47 WIB
tri rismaharini
Risma Tersangka, Polda Jatim Anggap Kejati Salah Tafsir SPDP
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: MI/Faishol Taselan

Metrotvnews.com, Surabaya: Ketegangan dua institusi penegak hukum di Jawa Timur memanas seiring perbedaan persepsi status mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dalam kasus penyalahgunaan wewenang pemindahan kios pembangunan Pasar Turi.

Kejaksaan Tinggi Jatim menyatakan Risma sebagai tersangka atas kasus itu. Status tersebut diinterpretasikan dari surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang dikirim penyidik Polda Jatim pada 30 September.

Sebaliknya, Polda Jatim menyatakan tak pernah menetapkan Risma sebagai tersangka. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Polisi Wibowo menyatakan SPDP yang dikirim ke Kejati bukan berisi status tersangka Risma, melainkan pemberitahuan dimulainya penyidikan.

Atas penafsiran Kejati, Polda Jawa Timur tak tersinggung. “Kami tidak mempermasalahkannya apa yang dikatakan Kasi Penkum Kejati (Romy Arizyanto). Kami berbicara sesuai dengan fakta hukum yang ada. Kalau soal tersangka silakan tanya sendiri ke Kasi Penkum yang mengatakan itu,” kata Wibowo, di Mapolda Jatim, Jumat (23/10/2015) malam.

Wibowo mengatakan tetap mengirimkan SPDP walaupun akhirnya tak terbukti ada penyalahgunaan wewenang. “Meskipun dalam perjalanan penyidikan kami tidak menemukan bukti cukup untuk dilanjutkan, kami tetap mengirim SPDP (ke Kejati) sebagai prosedur hukum yang harus dilalui,” ujarnya.

Wibowo mengatakan pihaknya telah melakukan proses hukum yang ada selama mendapatkan laporan dari PT Gala Bumi Perkasa terkait adanya PNS atau pejabat menyalahgunakan wewenang. 

“Saksi, pelapor, terlapor dan keterangan ahli sudah kami periksa. Termasuk Bu Risma yang kami periksa pada 17 Juni 2015. Tapi, kami tak mendapatkan adanya bukti yang kuat untuk melanjutkan perkara ini,” katanya.

Kehebohan bermula saat Kasi Penerangan Hukum Kejati Jawa Timur Romy Arizyanto mengaku telah menerima surat pemberitahuan dilakukan penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Jatim yang isinya menetapkan Tri Rismaharini sebagai tersangka. Pihak Kejati juga telah menurunkan dua jaksa untuk meneliti berkas perkara tersebut.

“Tersangkanya atas nama Bu Risma dan kami menerima pada 30 September. Kasusnya tentang penyalahgunaan wewenang Pasal 421 KUHP. Kami sudah memerintahkan dua jaksa untuk meneliti berkas tersebut,” ujar Romy saat ditemui Metrotvnews.com di ruang kerjanya.


(UWA)