Pilkada Sleman

Sri Muslimatun Lolos, Rival Kecewa

Patricia Vicka    •    Sabtu, 24 Oct 2015 11:21 WIB
pilkada serentak
Sri Muslimatun Lolos, Rival Kecewa
Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi (pakaian merah), saat menyatakan Sri Muslimatun lolos menjadi peserta pilkada. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: KPU Kabupaten Sleman meloloskan calon wakil Bupati Sri Muslimatun untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) berpasangan dengan Sri Purnomo.

"Hasil rapat pleno kemarin malam memutuskan calon wabup Sri Muslimatun (SM) memenuhi syarat. Namun, SM harus tetap mendapatkan SK (Surat Keputusan) Pemberhentian sebagai anggota DPRD Kabupaten Sleman," ujar Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi, di kantor KPU Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2015).

Shidqi mengatakan keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Panwaslu, Bawaslu DIY, dan KPU DIY. "Juga sesuai Surat Edaran KPU RI tertanggal 21 Oktober. Kita sudah mengirimkan surat pemberitahuan keputusan ini ke kedua tim pasangan calon," kata dia.

Pihaknya juga terus menyurati pihak-pihak berwenang untuk mengeluarkan SK Pemberhentian SM dari anggota DPRD.

Calon bupati nomor urut 1 Yuni Setya Rahayu justru kecewa dengan langkah yang diputuskan KPU Sleman. "Bagaimana mungkin pasangan Santun (Sri Purnomi dan Sri Muslimatun) dinilai beritikad baik. Sri Purnomo saat menggandeng SM itu membajak kader orang. SM itukan kader kami (PDIP). Ia dulu pernah berjanji tidak akan mendampingi Sri Purnomo," tuturnya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, KPU Kabupaten Sleman tidak memperhatikan faktor-faktor lain selain masalah administrasi saat memutuskan lolosnya Sri Muslimatun. "Secara Etika dan moral mereka (Sri Purnomo-Sri Muslimatun) cacat dan tidak santun. KPU mengabaikan apa yang telah mereka buat selama ini," kata dia.

Lolosnya Sri menjadi peserta tak lepas dari keputusan KPU RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) tertanggal 22 Oktober 2015. SE yang merupakan hasil kesepakatan bersama antara KPU RI, Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu berisi lima hal, salah satunya meloloskan pasangan calon yang terkendala masalah administrasi. Dengan catatan, pasangan itu beritikad baik dan sungguh-sungguh ingin memenuhi persyaratan, namun terbentur hal teknis.

Seperti diketahui, Sri Muslimatun masih terganjal persoalan pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Sleman karena tak kunjung mendapatkan persetujuan dari partainya terdahulu, PDIP. Padahal, ia mengklaim sudah mengirimkan SK pengunduran dirinya sejak Juli lalu.


(UWA)

KPK Periksa Istri Setya Novanto

KPK Periksa Istri Setya Novanto

9 minutes Ago

Jakarta: Istri Ketua DPR RI Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor menjalani pemeriksaan di KPK, …

BERITA LAINNYA