Insinyur AS Nekat Curi dan Kirim Informasi Militer Rahasia ke Iran

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 24 Oct 2015 12:58 WIB
iran
Insinyur AS Nekat Curi dan Kirim Informasi Militer Rahasia ke Iran
Ilustrasi: Reuters

Metrotvnews.com, Teheran: Insinyur Amerika Serikat (AS) keturunan Iran, Mozaffar Khazaee, yang bekerja pada kontraktor pertahanan AS, dinyatakan bersalah atas dakwaan mencuri dan memberi informasi militer rahasia kepada Iran.

Khazaee dijatuhi hukuman lebih dari 8 tahun penjara karena mengirim dokumen rahasia militer AS ke negara kelahirannya Iran.

Kejaksaan Amerika mengatakan Mozaffar Khazaee, yang bekerja pada kontraktor pertahanan Amerika, mencuri dan memberi kepada Iran informasi mengenai program mesin jet militer AS. Tindakannya itu sudah dilakukan selama beberapa tahun.

Pria berusia 61 tahun itu diketahui mempunyai dua kewarganegaraan. Dia ditangkap pada Januari 2014 ketika berusaha berangkat dari Negeri Paman Sam dengan membawa dokumen rahasia dalam kopernya.

Khazaee mengatakan kepada hakim di Connecticut bahwa ia sangat menyesal atas tindakannya dan meminta keringanan hukuman. Pengadilan menghukumnya 8 tahun dan 1 bulan penjara serta memerintahkannya membayar denda USD50 ribu atau sekitar Rp 680 juta.

Tim jaksa mengatakan, analisa terhadap komputer milik Khazaee menunjukkan bahwa ia mengirim surat ke beberapa universitas di Iran. Dalam suratnya, Khazaee mengatakan ia telah mempelajari 'teknologi kunci yang dapat dialihkan ke perindustrian dan universitas kita sendiri.'

Pada 2013, Khazaee diketahui berusaha mengirim peti kemas pengapalan yang besar ke Iran yang mencakup ribuan buku pedoman teknik yang sangat rahasia, gambar, dan data mesin jet militer Amerika.

"Mozaffar Khazaee mengkhianati kontraktor pertahanan tempat dia bekerja dan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dengan mencuri dan mencoba mengirim ke Iran, banyak dokumen yang memuat teknologi pertahanan Amerika yang sangat rahasia,” kata jaksa federal tertinggi di negara bagian Connecticut, Deirdre Daly, seperti dikutip VOA Indonesia, Sabtu (24/10/2015).

Departemen Kehakiman AS mengatakan, analisa oleh Angkatan Udara Amerika menyimpulkan bahwa "data teknis yang dicuri oleh Khazaee tadinya dapat membantu Iran 'melompat ke depan' 10 tahun atau lebih, dalam penelitian dan pengembangan mesin turbin militer dan di perguruan tinggi."
 


(FJR)