Mentan: Regulasi Keliru Lebih Bahaya dari Koruptor

K. Yudha Wirakusuma    •    Sabtu, 24 Oct 2015 14:20 WIB
kementan ads
Mentan: Regulasi Keliru Lebih Bahaya dari Koruptor
Menteri Amran bersama Presiden Jokowi----Ant/Siswowidodo

Metrotvnews.com, Kolaka: Setelah menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengubah sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan rakyat. Kebijakan yang keliru dinilai lebih berbahaya dibandingkan korupsi.

"Regulasi yang keliru lebih bahaya dari pada koruptor. Kami menyampaikan kebijakan pertanian ada yang menghambat pertanian. Kami mengubah regulasi yang menghambat pertanian," kata Amran saat panen raya di Desa Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (24/10/2015).

Pengubahan kebijakan, kata dia, sempat sulit dilakukan. Sebab, banyak pejabat Dinas Pertanian di daerah enggan mengubah kebijakan lantaran takut dinilai salah.

"Ada anggapan jangan-jangan belum bekerja kita sudah diperiksa. Kalau berpikir begitu bisa hancur pertanian kita. Kemudian kami ketemu Kapolri, Jaksa Agung, tanda tangan bersama agar tidak ada ketakutan-ketakutan," kata dia.

Ia mencontohkan, kebijakan pemberian traktor yang datang tidak tepat waktu. Menurut Amran, traktor itu bagian dari kebijakan yang tidak tepat sehingga jadi barang yang cenderung tidak berguna.

"Biasanya selesai panen baru traktor tiba. Kalau pupuk terlambat, ini ada kerugian. Ini yang kita ubah. Mengubah satu kata di secarik kertas. Kami ubah regulasi," terang dia.


(TII)