Api Unggun Penyebab Kebakaran Meluas di Gunung Semeru

Antara    •    Sabtu, 24 Oct 2015 16:33 WIB
kebakaran hutan
Api Unggun Penyebab Kebakaran Meluas di Gunung Semeru
Sejumlah orang mendaki Gunung Semeru, Ant - Teresia May

Metrotvnews.com, Lumajang: Api unggun menjadi penyebab kebakaran hutan di Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur. Kobaran api unggun tak dapat dipadamkan sehingga kebakaran meluas.

Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari, Sabtu 24 Oktober. Ayu pun mengingatkan pendaki untuk tak membuat api unggun di kawasan tersebut.

"Karena dapat menimbulkan kebakaran. Namun hal itu diabaikan pendaki," kata Ayu.

Musim kemarau yang panjang menyebabkan sejumlah vegetasi dalam kawasan tersebut menjadi kering dan mudah terbakar. Bila api memercik, kebakaran pun terjadi.

"Setiap pendaki yang akan melakukan pendakian seharusnya membaca peraturan pendakian yang merupakan rambu-rambu yang harus diikuti oleh pengunjung saat berada di dalam kawasan, bahkan sanksi tegas akan dikenakan bila melanggar peraturan pendakian itu," tuturnya.

Ia menyayangkan tindakan pendaki yang ceroboh dapat mengakibatkan kebakaran hutan di kawasan Watu Rejeng dan sekitarnya. Sehingga luas lahan yang terbakar mencapai 25 hektare. Habitat flora dan fauna di kawasan gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut itu pun terancam rusak.

"Seharusnya para pendaki yang mengaku sebagai pecinta alam ikut menjaga kelestarian ekosistem, sehingga tidak berbuat hal-hal yang dapat merusak kawasan konservasi tersebut," ucapnya.

Data di TNBTS mencatat hampir 90 persen kebakaran di kawasan tersebut. Selain api unggun, membuang puntung rokok sembarangan pun dapat berujung kebakaran lahan.

Atas kebakaran tersebut, lanjut dia, pihak TNBTS akan melakukan evaluasi dan tidak akan terburu-buru membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

"Pendaki yang ingin mendaki Semeru harus bersabar dulu karena masih banyak tahapan yang harus dilalui sebelum jalur pendakian itu dibuka yakni kebakaran harus benar-benar sudah padam, kemudian petugas membersihkan jalur terlebih dahulu karena dikhawatirkan adanya pohon tumbang akibat kebakaran, dan evaluasi lainnya," paparnya.

Kebakaran melanda TNBTS sejak 20 Oktober 2015. Namun pemadamannya belum total. Jalur pendakian gunung di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang itu pun ditutup sementara.


(RRN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

21 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA