Saya tidak Akan Mengkhianati Warga Surabaya

Amaluddin    •    Sabtu, 24 Oct 2015 17:36 WIB
tri rismaharini
<i>Saya tidak Akan Mengkhianati Warga Surabaya</i>
Proyek pembangunan Pasar Turi, Surabaya - Ant - Suryanto - b

Metrotvnews.com, Surabaya: Pasar Turi menjadi ganjalan bagi Tri Rismaharini alias Risma untuk maju sebagai Wali Kota dalam Pilkada Surabaya 2015, Jawa Timur (Jatim). Risma menjadi tersangka penyalahgunaan wewenang pemindahan kios pembangunan Pasar Turi.

Pasar Turi dibangun berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Gala Bumi Perkasa pada 9 Maret 2010. Perjanjian itu tertuang dalam kesepakatan No.180/1096/436.1.2/2010; GBP/DIR/III/001/2010. 

Saat itu, Wali Kota Surabaya Bambang DH menandatangai nota kesepakatan pembangunan Pasar Turi. Kemudian penyerahan objek pembangunan dan pengelolaan diteruskan kepada Wali Kota selanjutnya, yaitu Tri Rismaharini, mulai tanggal 10 Oktober 2011.

Penyerahan obyek ini tertuang dalam Berita Acara serah terima No 644.1/4619/436.6/11/2011-No 010/GBP.Psr.Turi/X/Dir/2011. Risma yang saat itu baru menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, bersepakat dengan Raja Sirait selaku kuasa dari Tee Teguh Kinarto, Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa. PT Gala Bumi Perkasa adalah konrsorsium investor Pasar Turi.

Pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi membawa masalah. Risma pernah diperiksa Polda Jatim pada pertengahan September 2015, sebelum masa jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya berakhir. Pemeriksaan dilakukan setelah pedagang Pasar Turi melaporkan Risma terkait tempat penampungan sementara.

Di lain sisi, Risma tak menyangka perjuangannya membela pedagang Pasar Turi malah membuatnya terseret masalah. Selama menjadi Wali Kota Surabaya, Risma mengaku getol membela pedagang mendapatkan haknya berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) selama pembangunan Pasar Turi.

"Saya harus melindungi warga. Semua orang ingin berjualan dengan baik. Kenapa pedagang tak masuk ke gedung itu? Siapa yang tak ingin masuk ke tempat bagus itu. Kalau tak ada masalah kan enggak mungkin," kata Risma di Surabaya, Sabtu (24/10/2015).

Para pedagang, menurut Risma, ingin menempati stand TPS di Pasar Turi. Namun mereka keberatan dengan harga sewa yang dianggap mahal yaitu Rp10 juta per TPS per tahun.

Risma mengatakan pedagang beberapa kali mengeluh padanya karena tak mampu membayar sewa. Hal itu pun menjadi masalah antara pedagang dengan PT Gala Bumi. Risma pun mengerahkan kemampuannya sehingga pedagang dapat menempati TPS untuk mengais rezeki.

Belakangan muncul kabar TPS yang ditempati ratusan pedagang Pasar Turi itu akan dibongkar. Namun Risma membantah kabar tersebut.

"Sebagai wali kota, saya harus melindungi pedagang. Sebagai pemimpin, saya akan zalim bila diam saja. Saya tidak akan mengkhianati warga Surabaya,"" ujar Risma.


(RRN)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

4 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA