Jasa Raharja Bayar Santunan 5 Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Cakung

   •    Sabtu, 24 Oct 2015 18:13 WIB
jasa raharja
Jasa Raharja Bayar Santunan 5 Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Cakung
Jasa Raharja bayarkan santunan korban meninggal dunia. (FOTO: dokumentasi Jasa Raharja)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Jasa Raharja (Persero) memberikan santunan kepada lima korban meninggal dunia akibat musibah kecelakaan mobil Suzuki Carry versus truk kontainer di tol Cakung.

Kecelakaan terhadap sebuah mobil Suzuki Carry bernomor polisi B-1066-UG menabrak sebuah truk kontainer bernomor polisi B-9479-SY yang sedang berhenti di bahu Tol Cakung-Cikunir arah utara KM 53.400A, Jakarta Timur yang terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2015 sekitar pukul 16.40 WIB.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Santunan meninggal dunia dibayarkan secara serentak pada hari ini, Sabtu 24 Oktober di masing-masing alamat rumah duka.

Santunan meninggal dunia kepada ahli waris diserahkan langsung oleh Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) cabang Jawa Tengah Triyugara, didampingi Kepala Jasa Raharja Perwakilan Pekalongan Suprijal dan Kepala Bagian Klaim I Wayan Kastika.

Dalam kesempatan tersebut, pembayaran santunan juga turut disaksikan oleh Kepala Desa Batiombo, Bandar, Batang, Yuswadi. Demikian seperti disampaikan Kepala Jasa Raharja cabang Jawa Tengah Triyugara, dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Adapun data lima korban meninggal dunia tersebut, adalah:
1. Caslani (31), laki-laki, pengemudi Suzuki Carry. Alamat: Batiombo RT/RW 002/002 Batang, Jawa Tengah. Ahli waris yakni istri: Sumaenah.
2. Mulyani (49), laki-laki, penumpang carry. Alamat: Batiombo RT/RW 006/002, Batang, Jawa Tengah. Ahli waris yakni istri: Wilasih.
3. Suharno (36), penumpang carry. Alamat: Batiombo RT/RW 006/002, Batang, Jawa Tengah. Ahli waris yakni istri: Kunarti.
4. Prayitno  (18), ds. Batiombo RT/RW 03/02, Batang, Jawa Tengah. Ahli waris yakni kakek yang mengasuh dari umur satu tahun: Bawon.
5. Subhan (22), penumpang carry. Alamat: Dk. Sibelis, Desa Tumbrep, Bandar, Batang, Jawa Tengah. Ahli waris yakni Orangtua: Wahyono.

Jasa Raharja selaku pengelola Undang-Undang No. 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan Undang-Undang No. 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, dimana berdasarkan kedua Undang-Undang tersebut Jasa Raharja bertugas memberikan santunan kepada korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum (darat, laut/penyeberangan dan udara) yang sah dan korban  kecelakaan lalu lintas jalan.

Seluruh korban kecelakaan lalu lintas jalan yang masuk dalam ruang lingkup kedua Undang-Undang tersebut di atas akan mendapat jaminan santunan Jasa Raharja. Baik santunan korban meninggal dunia, biaya perawatan maupun santunan cacat tetap.

Setiap korban meninggal dunia dan mempunyai ahliwaris mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta,santunan biaya perawatan luka-luka maksimal Rp10 juta, serta santunan cacat tetap mendapat maksimal sebesar Rp25 juta. Bagi korban yang tidak mempunyai ahli waris, maka bagi yang menyelenggarakan pemakaman mendapatkan biaya penguburan sebesar Rp2 juta.

"Dalam upaya memberikan pelayanan yang cepat kepada korban, saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran petugas Jasa Raharja baik di Kantor Cabang, Kantor Perwakilan, Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR) maupun yang bertugas di Kantor Samsat, untuk berkoordinasi dengan mitra terkait (Kepolisian, Dinas Perhubungan, Rumah Sakit/Puskesmas dan Instansi terkait)," tutur Triyugara.

Ini dilakukan guna membantu mengevakuasi dan mengidentifikasi korban/domisili ahli waris korban untuk memudahkan proses pembayaran santunan. Pada prinsipnya, Jasa Raharja siap merealisasikan santunan secepatnya, namun tetap memperhatikan sisi administrasi pengajuan santunan dan kesiapan pihak ahli waris korban, mengingat yang bersangkutan dalam suasana duka.


(AHL)