Butuh Proses Untuk Kembangkan Promosi Wisata

   •    Minggu, 25 Oct 2015 13:56 WIB
pariwisata indonesia
Butuh Proses Untuk Kembangkan Promosi Wisata
illustrasi pariwisata. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Metrotvnews.com, Cirebon: Pejabat Kementerian Pariwisata mengemukakan hasil promosi wisata di luar negeri tidak bisa dilihat seketika karena butuh proses meyakinkan wisatawan bahwa destinasi di Indonesia sangat menarik untuk dikunjungi.

"Branding melalui promosi adalah sebuah investasi yang hasilnya tidak bisa dihitung secada linier. Tetapi semua negara melakukan itu dan ada strateginya karena karakter wisawatan setiap negara juga berbeda," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara pada Kementerian Pariwisata I Gde Pitana dikutip dari Antara, Minggu (25/10/2015). 

Pada acara Sosialisasi Pemasaran Wisata Mancanegara itu, ia mencontohkan, walaupun angka kunjungan wisatawan tinggi tetapi  Singapura, Korea dan Jepang, terus melakukan promosi wisata ke negara lain untuk mengamankan angka kunjungan wisatawannya

"Negara lain juga tidak bodoh mempromosikan negaranya dengan dana ratusan miliar. Semua ingin meningkatkan kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya," katanya.

Namun, ia menjelaskan biaya promosi ke luar negeri ada ukurannya yaitu sekitar dua persen dari pemasukan devisa wisatawan mancanegara.

Sebelumnya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa Timteng Amerika dan Afrika, Nia Niscaya, menjelaskan pada Pameran Wisata Dunia (World Travel Market) di London, 2 sampai 5 November 2015, investasinya Rp1,6 miliar dan paket wisata yang terjual menghasilkan Rp954 miliar atau persentase promosi sekitar dua persen.

Demikian juga pada Europen International Bussiness Travel Mart di Barcelona pada 17 sampai 19 November 2015 investasi promosi mencapai Rp8,1 miliar dengan hasil mencapai Rp4,2 triliun.

"Biaya promosi kita sangat efisien pada semua even promosi," katanya.

Ia menargetkan kunjungan wisatawan dari Eropa, Timteng, Amerika dan Afrika, pada tahun 2015 mencapai 1,67 juta. Sampai Agustus 2015 sudah tercapai 858 ribu wisatawan dengan lima negara teratas yaitu Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.



(SAW)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 day Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA