Kedaulatan Energi RI Banyak Kepincut Rayuan Manis Investor

Annisa ayu artanti    •    Minggu, 25 Oct 2015 16:09 WIB
investasi
Kedaulatan Energi RI Banyak Kepincut Rayuan Manis Investor
Charels dalam diskusi mengenai Freeport. MTVN/Annisa AYu

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPD RI dari Papua, Charles Simaremare, menyatakan kedaulatan energi Indonesia sekarang ini banyak terkena rayuan-rayuan manis investor. Hal itu tidak tekecuali dengan kasus PT Freeport Indonesia yang belakangan ini banyak dibicarakan.

"Pertama adalah bahwa jika kita bedakan antara kedaulatan bangsa kita dengan perusahaan yang berinvestasi baik di Indonesia atau Papua harus dicermati kembali. Karena menurut saya sedikit kedaulatan kita seperti terinterfensi dengan keberadaan investor," kata Charels dalam diskusi 'Rakyat Menuntut Hak Kepada Freeport' di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Iming-iming investor inilah yang menurutnya ditelan mentah-mentah oleh Pemerintah tanpa memikirkan masyarakat yang tinggal di tanah Papua. Cahrles menceritakan, keadaan masyarakat Papua saat ini, meskipun tinggal di tanah yang kaya dan subur, tidak sedikit dari mereka masih terbelakang, miskin, bahkan menderita.

"Perusahaan ini adalah perusahaan raksasa milik AS yang sejak tahun 60-an menambang di tanah papua Indonesia. Kita tahu perusahaan ini begitu banyak mengangkut banyak sekali hasil tambang, baik itu emas temabag juga yang lain. Tetapi sampai hari ini, kenapa rakyat Papua masih tetap terbelakang, miskin, dan bisa dikatakan menderita di atas tanah nya yang begitu subur dan kaya," beber dia.

Menurutnya, selama ini, iming-iming investor malah membuat Indoneesia tidak bisa bergerak. Seakan-akan Indonesia sangat bertopang kepada kegiatan eksplorasi Freeport. Oleh karena itu, dirinya menyampaikan juga ingin membuka mata Pemerintah agar tidak tersandera oleh perusahaan asal Amerika Serikat ini.

"Kita seperti seperti seolah tidak biasa bergerak. Tidak leluasa berbuat. Saya ingin membuka beberapa fakta yang membuat Indonesia seperti tersandera atas investasi besar termasuk sekarang PT Freeport ingin menanamkan investasi yang lebih besar lagi," tutup dia.

Sebagai informasi, PT Freeport Indonesia menjanjikan investasi sejumlah USD18 miIliar untuk pembangunan the big of underground mining in the world dan pembangunan smelter.

 


(SAW)