Ahok Tuding DPRD Kota Bekasi Kecipratan Duit Bantar Gebang

Wanda Indana    •    Senin, 26 Oct 2015 12:11 WIB
sampah jakarta
Ahok Tuding DPRD Kota Bekasi Kecipratan Duit Bantar Gebang
Tempat Pengelolaan Sampah Terpasdu Bantar Gebang. (Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama meminta Polda Metro Jaya mengusut aliran dana Rp400 miliar yang diberikan Pemprov DKI untuk mengelola sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
 
Mantan Bupati Belitung Timur, itu juga meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut aliran dana yang masuk melalui pengelola Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya (GTJ). Ahok menduga, ada anggota DPRD Kota Bekasi yang menerima dana dari PT GTJ.
 
"Kami ingin tahu aliran dananya ke mana. Kami sudah mulai selidiki anggota DPRD Bekasi terlibat enggak dengan GTJ. Ada hubungannya enggak. Sebelum jadi anggota DPRD pernah jadi pengurus di GTJ atau tidak. Jangan-jangan selama ini terima duit dari GTJ, ormas-ormas atau LSM juga dapat bantuan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2015).
 
Keyakinan Ahok adanya masalah pada pengelolaan sampah di Bantar Gebang semakin kuat, lantaran reaksi keras DPRD Kota Bekasi setelah GTJ mendapat SP 1 dari Ahok. DPRD Kota Bekasi mengirim surat pemanggilan terhadap Ahok terkait kontrak pengeloaan sampah antara Pemkot Bekasi dengan Pemprov DKI.
 
"Makanya saya terima kasih sekali pada anggota DPRD Bekasi yang membantu saya, setelah saya kasih SP 1 kepada GTJ, dia ribut. Makin membuktikan bahwa GTJ wanprestasi," ungkap dia.
 
Hingga saat ini, Ahok tidak bersedia menemui anggota DPRD Kota Bekasi. Dia bilang tidak ada gunanya. Ahok hanya ingin oknum anggota DPRD Bekasi yang terlibat dengan GTJ diperiksa.
 
"Saya tidak mau datang. Pertanyaan saya, pernah tidak DPRD Bekasi ribut sama GTJ? Sekarang selidiki saja nama-nama anggota DPRD Bekasi yang terlibat dengan GTJ. Terus hubungan afiliasi truk-truk swasta ada grup tidak dengan GTJ. Ada permainan apa ini," kata Ahok.


(FZN)