JPU Tolak Nota Keberatan Margriet

Arnoldus Dhae    •    Selasa, 27 Oct 2015 11:56 WIB
penemuan jenazah angeline
JPU Tolak Nota Keberatan Margriet
Foto: Terdakwa kasus pembunuhan Engeline, Margriet Megawe (tengah) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar,

Metrotvnews.com, Denpasar: Pengadilan Negeri Denpasar, Bali melanjutkan sidang kasus pembunuhan Angeline, 8, dengan menghadirkan kedua terdakwa yakni ibu angkat korban, Margriet Christian Megawe dan pembantu Margriet, Agus Tay Hambamay, Selasa 27 Oktober. Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak nota keberatan dakwaan terdakwa Margriet.

Sidang kedua terdakwa itu dilakukan secara terpisah dengan agenda berbeda. Margriet diagendakan mendengarkan jawaban jaksa dan hakim atas eksepsi tim kuasa hukum Margriet. Sementara untuk tersangka Agus Tay sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

"Kami sama sekali tidak melakukan eksepsi karena semua yang didakwakan jaksa penuntut umum terhadap klien kami Agus memang benar adanya. Jadi sidang hari ini langsung dengan pemeriksaan saksi," ujar tim kuasa hukum Agus Tay, Haposan Sihombing di PN Denpasar, Bali, Selasa (27/10/2015).

Haposan membantah kliennya sebagai tersangka utama pembunuhan bocah 8 tahun, itu. "Sekalipun pasal yang dijerat dalam dakwaan yakni 340 dan 338, namun dari runutan kronologi dan keterangan klien kami, sudah jelas Agus bukanlah tersangka utama. Klien kami hanya ikut membantu membungkus korban dengan sprei, menguburkan korban. Itu pun atas suruhan majikannya dan dibawah perintah dan ancaman. Jadi jelas, klien kami bukanlah pelaku utama," kata Haposan.

Sementara, kuasa hukum Margriet, Hotman Paris Hutapea mengatakan, bila kliennya ditetapkan sebagai pelaku utama maka seluruh dakwaan harus diubah. Padahal, dalam dakwaan sudah disebutkan pelaku utama pembunuhan adalah Margriet.

"Saya sudah jelaskan berkali-kali, bahwa yang ada di rumah itu hanya berdua. Kemudian saat Agus dipanggil masuk, korban sudah terkapar. Agus hanya melihat tangan korban masih bergerak. Namun Agus disuruh menginjak, memperkosanya. Jelas, siapa pembunuh Angeline di sini," kata Hotman.

Selanjutnya, selama Mei hingga Juni di Bali tidak pernah hujan. Tetapi kuburan Angeline basah dan dan ditemukan ada bekas injakan kaki. "Siapa yang siram, siapa yang injak-injak. Agus sudah keluar dari rumah tanggal 24 Mei. Kenapa majikan tidak tahu ada bau busuk di rumahnya, kenapa ada galian tanah baru di rumahnya tetapi majikan tidak tahu untuk itu digali dan seterusnya," kata dia.

Dalam jawaban atas eksepsi pengacara Margriet, Jaksa Penuntut Umum Purwanta Sudarmaji mengatakan, banyak hal yang disampaikan tim kuasa hukum Margriet. Namun, dalam nota keberataan terhadap dakwaan sama sekali tidak masuk dalam substansi isi dakwaan.

"Seperti tudingan bahwa terdakwa Agus melakukan kebohongan, seharusnya harus dibuktikan. Dan harus menempuh jalur hukum, bukan hanya berbicara tanpa fakta," kata Purwanta.

Menurut dia, kesimpulan dari penasihat hukum tidak berdasar fakta-fakta yang ada. Unsur-unsur yang tertera dalam Pasal 340 dan 338 sudah tidak bisa terbantahkan lagi dan sesuai dengan bukti-bukti ilmiah empiris. Tim jaksa menilai, isi seluruh nota keberatan yang berjudul "Tuhan Pasti Menolong" sama sekali tidak menunjukkan religius pelakunya sendiri karena tindakan pelaku yang secara sah dan meyakinkan telah menghilangkan nyawa orang lain.


(TTD)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA