Nyaris 20 Ribu Keluarga di Cilacap Krisis Air Bersih

   •    Selasa, 27 Oct 2015 12:55 WIB
kemarau dan kekeringan
Nyaris 20 Ribu Keluarga di Cilacap Krisis Air Bersih
Foto ilustrasi. (Ant/Anis Efizudin)

Metrotvnews.com, Cilacap: Kemarau berkepanjangan di Jawa Tengah mengakibatkan keringnya sumber air. Bahkan, belasan ribu keluarga di Kabupaten Cilacap, mengalami krisis air bersih.

"Hingga saat ini, sebanyak 19.860 keluarga yang tersebar di 43 desa dari 13 kecamatan mengalami krisis air bersih," kata Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara di Cilacap, seperti dikutip Antara, Selasa (27/10/2015).

Sementara, kata dia, daerah rawan kekeringan hingga saat ini telah mencapai 90 desa di 16 kecamatan. Ia mengatakan kekeringan terparah melanda Kecamatan Kawunganten dan Patimuan.

Di Kawunganten terdapat delapan desa dengan 4.421 keluarga yang mengalami krisis air bersih. Sedangkan di Kecamatan Patimuan terdapat tujuh desa dengan 4.441 keluarga yang terdampak kekeringan.

Menurut dia, sumber air bersih maupun sumur-sumur di wilayah tersebut banyak yang mengering karena lama tidak ada hujan. Kalaupun sumur-sumur warga masih ada airnya, kata dia, tidak layak konsumsi karena telah terintrusi air laut.

Bahkan, kata dia, warga yang mengalami krisis air bersih di Kecamatan Patimuan kadang memanfaatkan air keruh serta berbau untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Krisis air bersih juga dirasakan 2.820 keluarga dari empat desa di Kecamatan Bantarsari, 880 keluarga dari satu desa di Kecamatan Kesugihan, 1.824 keluarga dari lima desa di Kecamatan Gandrungmangu, 1.248 keluarga dari empat desa di Kecamatan Jeruklegi, dan 127 keluarga dari satu desa di Kecamatan Cipari.

Selanjutnya, 686 keluarga dari dua desa di Kecamatan Kampung Laut, 1.588 keluarga dari dua desa di Kecamatan Karangpucung, 881 keluarga dari empat desa di Kecamatan Kedungreja, 182 keluarga dari satu desa di Kecamatan Adipala, 481 keluarga dari satu desa di Kecamatan Wanareja, dan 271 keluarga dari satu desa di Kecamatan Cimanggu.

"Hingga hari Senin (26/10), kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 600 tangki untuk 19.860 keluarga dari 43 desa di 13 kecamatan tersebut," kata Tri.

Tri Komara mengatakan sebagian besar desa yang mengalami kekeringan tersebut merupakan daerah perbukitan dan wilayah sedimentasi laguna Segara Anakan. Oleh karena kondisi geografisnya seperti itu, kata dia, permasalahan kekeringan dipastikan terus terulang setiap tahun. "Diperlukan penyelesaian permanen agar masyarakat tetap bisa menikmati air bersih saat musim kemarau," katanya.


(SAN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA