Begini PT GTJ Kelola Sampah di TPST Bantar Gebang

Damar Iradat    •    Selasa, 27 Oct 2015 12:57 WIB
sampah jakarta
Begini PT GTJ Kelola Sampah di TPST Bantar Gebang
Pekerja memeriksa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. (Foto:MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Godang Tua Jaya (GTJ) mengklaim sudah bekerjka maksimal menjalankan tugasnya mengolah sampah kiriman dari Ibu Kota. Perusahaan pengelola sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, itu mengolah aneka sampah dari Jakarta untuk diubah menjadi tenaga listrik dan kompos.
 
Direktur PT GTJ Douglas Manurung mengakui mengolah sampah Jakarta tidak mudah. Apalagi kuota sampah yang masuk ke Bantar Gebang mencapai 7000 ton per hari. Sampah-sampah kiriman itu melalui proses yang panjang sebelum menjadi tenaga listrik atau kompos.
 
Douglas menjelaskan, sampah yang tiba di TPST Bantar Gebang langsung ditimbang dengan dua proses. Pertama, begitu sampai TPST Bantar Gebang truk sampah yang berisi muatan langsung ditimbang. Setelah itu, truk menuju tempat landfill untuk membuang muatan sampah (unloading).
 
Setelah muatan kosong, truk ditimbang lagi. Dari dua kali timbangan itu baru diketahui berat bersih sampah. "Yang nimbang (aparat) Pemprov DKI," kata Douglas kepada Meterotvnews.com, Selasa (27/10/2015).
 
PT GTJ mengolah sampah dengan beberapa cara. Salah satunya mengolah sampah menjadi kompos. "Pertama, ada komposting, untuk buat pupuk kompos. Lalu, ada daur ulang plastik. Semua kita olah dengan teknologi yang baik, ramah lingkungan. Kami investasi loh," ujar Douglas.
 
PT GTJ juga membangun pabrik daur ulang plastik untuk membuat tenaga listrik dari sampah. PT GTJ menggunakan teknologi sanitary landfill dengan metode Gassifikasi Landfill – Anaerobic Digestion (GALFAD) untuk menghasilkan tenaga listrik. Gas methane dari sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
 
Sementara sampah anorganik diolah dengan teknologi gassifikasi. Saat ini, pembangkit listrik tenaga sampah Bantar Gebang baru mampu memproduksi listrik sebesar 16,5 MW. Pada tahun 2023, ditargerkan kapasitasnya penuh 26 MW. Untuk mencapai target itu, saat ini telah dibangun gas engine, fuel skid, flare stack, dan trafo.
 
Selain mengolah sampah menjadi energi listrik, TPST Bantar Gebang harus melakukan pemilahan, pengomposan, dan daur ulang. Saat ini telah terbangun tiga hanggar pengolahan kompos dengan kapasitas 300 ton/hari. Semua langkah pengelolaan dilakukan sesuai masterplan persampahan DKI Jakarta.
 
Air sampah juga diolah sampai netral, baru kemudian dialirkan ke sungai. "Kami juga lakukan penghijauan, perbaikan jalan, perbaikan landfill, penerangan jalan umum, sumur-sumur pantau. Semua kita lakukan dengan baik," beber Douglas.
 
Douglas menyarankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melihat sendiri cara pengelolaan sampah yang dilakukan PT GTJ. "Kalau perlu undang Pak Gubernur ke sini (TPST Bantar Gebang), jangan teriak-teriak saja dari Balai Kota. Lihat sendiri. Pak Wagub (Djarot) saja sudah datang," ujar Douglas.


(FZN)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

50 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA