Pengamat: Anggota DPR Tak Punya Visi, Makanya Ada Pansus Terus

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 27 Oct 2015 13:04 WIB
pelindo
Pengamat: Anggota DPR Tak Punya Visi, Makanya Ada Pansus Terus
Ilustrasi--GALI KETERANGAN MANTAN DIREKSI PELINDO II: Sejumlah mantan Direksi Pelindo dihadirkan dalam rapat dengar pendapat dengan Pansus Pelindo II di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/10).--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kondisi perpolitikan di DPR saat ini dinilai sedang kacau-balau. Kinerja anggota DPR periode saat ini merosot ketimbang periode lalu.

"Ini membuktikan DPR sekarang jauh lebih buruk dari DPR sebelumnya. Anggota DPR sekarang kalibernya telah merosot," ujar pengamat politik Arbi Sanit di Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Menurut Arbi Sanit, karena kemampuan praktisi DPR lebih rendah dengan gampang mereka membentuk pansus, seperti Pansus Pelindo II. Itu agar mereka kelihatan bekerja. Selain itu, pemilu tidak menyiapkan dan tidak mempunyai calon kriteria integritas, kemampuan dan visinya.

"Karena anggota DPR tak punya visi, makanya ada pansus terus menerus. Pansus yang tidak relevan juga dibuat-buat. Ini akan mengebiri lembaga DPR sendiri," terang Arbi.

DPR tidak memiliki kriteria pengorbanan bagi rakyat. Padahal, kata Arbi, seorang pemimpin atau politikus harus mau berkorban demi kepentingan rakyat banyak.

Menurut Arbi, Pansus Pelindo II terjadi bermula dari kontroversi saat RJ Lino dikritik oleh Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Karena tidak jelas, DPR langsung ambil posisi segera membentuk pansus.

"Saat ada ruang politik bagi DPR, maka mereka langsung buat pansus. Padahal, mereka tidak tahu bahwa di balik ini semua DPR melawan Presiden. Politik pemilu dibangkitkan dan dipanaskan kembali," katanya.

Perlawanan kepada Presiden justru dilakukan oleh partai pengusungnya sendiri. Arbi juga tidak habis pikir apa tujuan pansus: apakah mau mengganti presiden atau hanya permainan politik. PDIP yang notabene menjadi motor pendukung pemerintah malah berusaha membuat pansus-pansus yang bermuara menekan pemerintah.

Ini semua terjadi, kata Arbi, karena kegalauan sistem politik saat ini. Kalau dilihat permainan Pansus Pelindo II patut diselidiki apakah pansus itu bermuara ke pemakzulan. "Harus jelas, apakah gertak-gertak saja dan menunjukkan membongkar kepada publik? Pansus juga enggak jelas apakah hanya sampai kesimpulan saja atau sampai ke pernyataan pendapat," ucap Arbi.

"Apakah pansus itu menjatuhkan presiden atau permainan menghabiskan energi dan pansus saja. Atau PDIP dan partai lainnya hanya bikin pencitraan. Cari panggung," tanya Arbi.


(YDH)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA