Siswi MTS Tewas Dibunuh

Rumah Adinda hanya Dikunci dengan Lilitan Kawat

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 27 Oct 2015 18:20 WIB
pembunuhan adinda
Rumah Adinda hanya Dikunci dengan Lilitan Kawat
Kontrakan Adinda Anggia Putri hanya dikunci dengan lilitan kawat. (Foto: MTVN/M Rodhi Aulia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Adinda Anggia Putri,12, siswi kelas 1 Madrasah Tsanawiyah Al Mubarok Jakarta yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan hutan Bogor, sempat mampir ke rumah kontrakannya sesaat sebelum meregang nyawa. Kini, rumah tersebut dikunci dengan lilitan kawat.
 
Pantauan Metrotvnews.com, rumah kontrakan tersebut berada di kawasan pemukiman padat, Karet Tengsin, Tanah Abang. Rumah berukuran 4x4 meter itu sebagian besar berdinding triplek. Jendelanya dibiarkan terbuka. Tampak seragam sekolah pramuka tergantung di dekat jendela. Rumah itu diketahui baru dikontrak dua bulan.
 
Ibunda Adinda, Gariani, 45, terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya di Rumah Susun Sederhana Karet Tengsin. Gariani menceritakan, sebelum hilang pada Kamis, 22 Oktober lalu, anaknya sempat mampir ke rumah kontrakan tersebut.
 
Sepulang sekolah Adinda memang biasa bermain ke luar rumah. Akan tetapi, Adinda tidak pernah bermain jauh dari tempat tinggal, apalagi sampai ke luar kota. Gariani tidak memiliki rasa curiga dengan teman sepermainan Adinda.
 
"Anak saya sempat pulang. Dia menaruh tas dan mengganti sepatu. Kemudian pergi masih menggunakan seragam batik," kata Gariani kepada Metrotvnews.com, di Rumah Susun Sederhana Karet Tengsin, Blok C, Jalan Karet Pasar Baru Barat I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2015).
 
Gariani mengaku tidak tahu anaknya pergi kemana. Ia sempat mendatangi sekolah Adinda. Namun, pihak sekolah tidak mengetahuinya. "Dia diculik dan dia diapa-apain," ujar Gariani.
 
Angga, abang Adinda, mengaku mendatangi semua teman yang dianggap dekat dengan adiknya. Salah satunya seorang anak yang tinggal di kawasan Pejompongan. Namun, usaha itu sia-sia. "Saya sempat ketemu dengan teman Adinda itu. Dia ada di rumah, tapi Adinda tidak ada," kata Angga tanpa merinci.
 
Partini,44, tetangga Adinda, mengatakan, Adinda adalah sosok pendiam dan tidak terbuka. Ia mengetahui Adinda sering pergi bermain, setiap kali pulang sekolah. "Ibunya kan kerja. Dia anak yatim juga. Mungkin dia pergi bermain, karena udara di rumah sangat panas," kata Partini.
 
Hal serupa diungkapkan tetangga lainnya, Djunaidi menambahkan, dirinya biasa melihat Adinda bermain dengan teman sebayanya. "Saya biasa nongkrong di sini (pangkalan ojek), dia main biasa saja. Layaknya anak-anak usia SD atau baru masuk SMP," kata Djunaidi.
 
Sebelumnya, Adinda ditemukan tewas di areal Perhutani RPH Tenjo, Bogor, Jawa Barat, Jumat. Adinda ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Wajahnya tampak seperti luka bakar, berdasarkan hasil autopsi tim medis RS Polri Kramatjati, Adinda tewas dibunuh.


(FZN)