Alasan Pansus Pelindo Batal Panggil Menteri Rini

Githa Farahdina    •    Rabu, 28 Oct 2015 12:16 WIB
pelindodpr ads
Alasan Pansus Pelindo Batal Panggil Menteri Rini
Ketua Panitia Khusus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka (tengah) bersama Wakil Ketua Pansus Pelindo II Aziz Syamsuddin (kanan) dan Teguh Juwarno (kiri). Foto: Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) Pelindo batal memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Sedianya, Rini membeberkan keterangannya di depan Pansus hari ini. 

"Tidak jadi karena kemarin dari hasil rapat intern disepakati belum tepat mengundang Menteri BUMN. Masih banyak bahan dan data yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi lebih dahulu ke banyak pihak lain," kata Wakil Ketua Pansus Pelindo Teguh Juwarno ketika dihubungi, Rabu (28/10/2015).

Pembatalan ini, kata Teguh, tak akan memengaruhi kerja Pansus Pelindo. Seluruh rencana, termasuk memanggil beberapa menteri dan Jaksa Agung tetap berjalan. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli serta Jaksa Agung Muhammad Prasetyo tercatat dalam jadwal dipanggil besok. Namun, Teguh belum mendapat konfirmasi kehadiran keduanya.

"Kita tunggu (konfirmasi kehadiran) sampai sore," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Pansus Pelindo Rieke Diah Pitaloka menyebut Rini akan hadir di Gedung DPR pukul 10.00 WIB hari ini. Ia sudah mengkomunikasikan pada anggota Pansus Pelindo untuk datang.

Badan Reserse Kriminal Polri mengindikasikan ada korupsi di PT Pelindo II terkait pembelian 10 unit mobile crane. Pada 28 Agustus, penyidik Bareskrim menggeledah kantor PT Pelindo II termasuk ruang kerja Direktur Utama Richard Joost Lino di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Ada pengadaan mobile crane yang diduga tak sesuai aturan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Pol Victor Simanjuntak, Jumat 28 Agustus.

Pada 2012, Pelindo II membeli 10 mobile crane senilai Rp45 miliar untuk mendukung kegiatan operasional di delapan pelabuhan cabang Pelindo, yaitu di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Jambi, dan Cirebon. Namun, 10 mobile crane yang diterima pada 2013 mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dewan lantas membentuk pansus Pelindo. Tujuannya khusus memantau proses hukum dugaan korupsi di perusahaan pelat merah itu.

Pada Rabu 21 Oktober, pansus meminta keterangan Victor yang saat ini sudah pensiun dari Polri, Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Anang Iskandar, dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Budi Waseso.

Penyelidikan dugaan korupsi di Pelindo II saat Waseso menjabat Kabareskrim. Anang Iskandar membantah tudingan pihaknya lamban memeriksa kasus ini. "Penyidik yang menangani kasus ini ada 54 penyidik," kata Anang.

Penyidik menyita dokumen kontrak, 10 unit mobile crane, dan logbook. "Kemudian menindaklanjuti hasil koordinasi pihak terkait, BPK, KPK, PPATK. Sampai saat ini penyidikan berjalan lancar tidak ada hambatan," ujar Anang.


(KRI)