Obligasi Indonesia Terpengaruh Faktor Internal

Arif Wicaksono    •    Rabu, 28 Oct 2015 12:55 WIB
obligasi
Obligasi Indonesia Terpengaruh Faktor Internal
Illustrasi Obligasi. MI/ANGGA YUNIAR.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan obligasi saat ini condong dipengaruhi oleh perekonomian dalam negeri. Bahkan, faktor The Fed dan perlambatan ekonomi Tiongkok tak menjadi soal karena sudah dilalui pelaku pasar.

"Pelaku pasar sudah mengantisipasi bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan di bawah tujuh persen. The Fed diperkirakan sudah tak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini," kata Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggono kepada Metrotvnews.com, seperti diberitakan Rabu (28/10/2015).

Dia melihat, faktor perekonomian dalam negeri yang diprediksi akan di bawah lima persen dengan mencapai 4,7 persen, tak terlalu jauh dengan tahun lalu. Selama inflasi masih terkendali, maka pertumbuhan ekonomi dalam negeri masih cukup baik untuk menarik investasi. 

Dia mengingatkan perlambatan ekonomi di AS, Tiongkok dan sejumlah negara Eropa memang memengaruhi ekspor Indonesia. Hal ini membuat Indonesia mencari pasar nontradisional sebagai konsekuensi bagi melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor Indonesia.

"Jika pertumbuhan ekonomi masih terkendali, yield obligasi akan turun, begitu juga sebaliknya. Namun sampai dengan Oktober 2015 yield Surat Utang Negara (SUN) hanya mengalami kenaikan satu persen dari awal atau dua persen dari year to date. Kenaikan harga SUN masih minus 1,1 persen secara year to date," pungkas dia. 


(SAW)