Australia Bantu Penangkapan Buron Interpol Asal India di Bali

Fajar Nugraha    •    Rabu, 28 Oct 2015 12:59 WIB
kasus pembunuhan
Australia Bantu Penangkapan Buron Interpol Asal India di Bali
Rajan saat berada di Thailand (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Polisi Federal Australia (AFP) mengatakan, informasi dari pihak berwenang di Negeri Kanguru telah membantu penangkapan salah satu buronan asal India yang paling dicari. Penangkapan ini terjadi di Bali.

Rajendra Nikalje, yang dikenal luas sebagai Choota Rajan atau Little Rajan, masuk daftar buronan Interpol sejak 1995 karena menjalankan sindikat kejahatan yang terlibat dalam pemerasan, penyelundupan senjata dan pembunuh sewaan.

Dalam sebuah pernyataan, AFP mengatakan, sebelum pergi ke Bali, Rajendra telah tinggal di Australia dengan identitas lain. Pihak AFP melaporkan informasi seputar kepergiannya kepada pihak berwenang di India dan Indonesia.

Rajendra, yang beroperasi di Mumbai, India telah lama menarik perhatian di negeri asalnya, dengan kisahnya ditampilkan dalam film Bollywood dan artikel surat kabar.

Penangkapannya terjadi ketika pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menekan tetangga mereka, Pakistan, secara diplomatik untuk menyerahkan mitra dan mantan bos Rajendra, Dawood Ibrahim, yang diduga memiliki keterkaitan dengan militan.

Dawood diduga mendalangi pemboman mematikan di India, yang menewaskan sedikitnya 250 orang dan melukai lebih dari 700  orang di Mumbai pada tahun 1993.

Seperti dilansir ABC Australia Plus, Selasa (27/10/2015), Pemerintah India mengatakan, mereka telah membagi bukti keberadaan Dawood dengan Pakistan, yang menolak klaim India bahwa ia tinggal di sana.

Rajendra Sadashiv Nikalje atau Chotta Rajan dicari atas 68 kasus kriminal di Mumbai dan wilayah lain di India. Dia diduga terlibat 20 kasus pembunuhan.

Rajan ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali pada Minggu (25/10/2015) setelah tiba dari Australia. Penangkapan ini dilakukan Kepolisian Daerah Bali mendapatkan red notice dari Interpol, mengenai seorang buronan India yang masuk ke Indonesia.
 


(FJR)