Wajah Gadis Ini Membengkak Usai Mewarnai Rambutnya

   •    Rabu, 28 Oct 2015 13:36 WIB
kesehatan
Wajah Gadis Ini Membengkak Usai Mewarnai Rambutnya
Dinya Rasool. (Foto:Dailymail.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinya Rasool mengalami pembengkakan parah di bagian wajahnya setelah memakai pewarna rambut. Setelah menjalani rangkaian tes, siswa berusia 18 tahun ini ternyata menderita alergi bahan kimia para-phenylenediamine (PPD) yang terkandung pada berbagai pewarna rambut. 

Awalnya, pada Oktober 2012 lalu saat Dinya masih berusia 15 tahun memutuskan mewarnai rambutnya dengan warna coklat tua untuk menghadiri pesta temannya. Namun, Dinya mengabaikan peringatan dan anjuran yang tertera pada kemasan. Keesokan harinya, saat bangun wajah gadis ini membengkak dan mata kanannya tertutup. 

"Seandainya saya mengikuti petunjuk pada kemasaan reaksi ini tidak mungkin terjadi," ujarnya seperti yang dikutip Dailymail.

Setelah itu, Dinya bergegas dibawa ke rumah sakit setempat dan para dokter langsung mendiagnosa ia sedang mengalami reaksi alergi terhadap pewarna rambut.

"Wajah saya begitu sakit sampai-sampai saya tidak bisa bicara. Tekanan di kepala luar biasa sakit," lanjutnya.

Dinya langsung diinfus morfin dan diberikan antihistamin serta steroid untuk mengurangi pembengkakan. Meskipun dokter memintanya untuk menjalani rawat inap, Dinya menolak.

"Saya sangat ingin hadir di pesta teman saya," kata Dinya memohon saat itu.

Akhirnya, ia diperbolehkan pulang dengan syarat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dinya memaparkan ketika di pesta seluruh temannya tidak ada yang mengenalinya dan butuh tiga minggu agar wajahnya kembali normal.

Sayangnya, pada Januari tahun ini, Dinya kembali melakukan kesalahan fatal. Ia mengambil risiko dengan mewarnai rambutnya menggunakan produk yang berbeda.

"Saya mencoba menerapkan pewarna di belakang telinga. Dua hari kemudian, semuanya normal, makanya saya melanjutkan mewarnai rambut," ceritanya.

Nahas, setelah mewarnai rambut, kulit kepalanya mulai mengencang dan semakin gatal. Hanya hitungan empat jam saja, wajahnya kembali membengkak tiga kali lipat dari ukuran normal. "Kulit kepala saya keluar nanah dan saya sementara buta," tuturnya.

Sama seperti sebelumnya, Dinya kembali mendapatkan perawatan yang lebih ekstra. Untungnya setelah enam jam kemudian, rasa sakit di wajahnya mereda dan ia mampu membuka matanya lagi. 

"Saya ingin semua orang lebih banyak tahu risiko PPD. Ini sangat berbahaya dan begitu menyakitnya. Untungnya, wajah saya tidak cacat," pungkasnya. (Sumarni)


(LOV)