Rentan Buang Limbah Nuklir di Indonesia, Bakamla Awasi Kapal Ini

Wandi Yusuf    •    Rabu, 28 Oct 2015 22:40 WIB
keamanan laut
Rentan Buang Limbah Nuklir di Indonesia, Bakamla Awasi Kapal Ini
Pengelolahan limbah nuklir di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/10). Foto: MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Keamanan Laut (Bakamla) mewaspadai pergerakan kapal MV Island Trader yang mengangkut 25 ton limbah nuklir. Kapal yang berasal dari Perancis dengan tujuan Australia itu dipastikan akan melewati perairan Indonesia.

"Kami serius memonitor pergerakan kapal ini agar tidak membuang limbah di wilayah perairan Indonesia. Hal ini untuk memastikan bahwa muatan limbah nuklir yang seberat 25 ton itu tidak berubah saat sampai di Australia Selatan. Kami khawatir ada kebocoran atau upaya sengaja membuang limbah nuklir di laut Indonesia," kata Kepala Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla, Kolonel Maritim Arief Meidyanto, dalam keterangan persnya, Rabu (28/10/2015).

Pada 24 Agustus, Kapal BBC Shanghai yang berganti nama menjadi Kapal MV Island Trader, bertolak dari Singapura menuju Cherbourg di Perancis. Saat KPIML mendeteksi kapal ini pada 16 Oktober, MV Island Trader sudah berangkat dari Cherbourg dengan posisi di Samudera Atlantik (antara Portugal dan Maroko) dan diperkirakan akan sampai di Australia pada 27 November. 

Kapal ini membawa 25 ton limbah nuklir dari reaktor nuklir Areva di Beaumont-Hague, Perancis. Ini merupakan residu pengiriman bahan nuklir Australia pada tahun 1999-2000 untuk kepentingan ekonomi Australia. 

Catatan Bakamla, MV Island Trader merupakan kapal yang tidak memenuhi syarat dan tidak layak membawa limbah nuklir. Ini yang menjadi alasan Indonesia mewaspadai pergerakan MV Island Trader saat melewati perairan Indonesia menuju Australia.


(UWA)