Industri Fiberglass Dukung Pipanisasi Air Bersih Nasional

Husen Miftahudin    •    Kamis, 29 Oct 2015 09:41 WIB
kementerian perindustrian
Industri Fiberglass Dukung Pipanisasi Air Bersih Nasional
Menperin Saleh Husin. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, industri komposit yang memproduksi serat kaca atau fiberglass turut mendukung pengembangan infrastruktur dan transportasi. Produk ini memenuhi kebutuhan proyek-proyek pipanisasi terutama untuk pembangunan infrastruktur air minum maupun air baku.

"Industri fiberglass di Indonesia diuntungkan oleh kebutuhan dalam negeri dan penggunaan yang luas. Jadi posisinya saling menguntungkan. Pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah menjadi pasar bagi pipa fiberglass domestik," ujar Saleh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pemerintah juga akan mendapat kepastian memperoleh produk berkualitas yang salah satunya ditandai dengan kepercayaan dari perusahaan nasional maupun multinasional. Hal ini karena pemerintah memprioritaskan produk lokal dalam proyek-proyek pemerintah dan BUMN demi mendongkrak tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rina Agustin Indriani mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memacu pembangunan fasilitas umum terkait air bersih di seluruh Indonesia.

"Pengembangan itu membutuhkan pipa pengolahan air baku, pipa distribusi dan pipa air limbah. Kami mengapresiasi upaya Kemenperin yang terus mendukung industri fiberglass menghasilkan pipa-pipa yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," papar dia.

Fiberglass yang merupakan produk non-migas juga diekspor ke pasar regional dan global. Untuk itu, komponen-komponen peraih devisa perlu diakselerasi untuk menopang stabilitas ekonomi dalam negeri.

Guna memanfaatkan peluang untuk ekspansi pasar di ASEAN dan global, Kementerian Perindustrian senantiasa memfasilitasi segala kebutuhan dunia industri, utamanya terkait dengan pengembangan dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi penggunaan produk dalam negeri pada proyek Pemerintah serta promosi kemampuan industri dan investasi.


(AHL)