Ahok Laporkan BPK ke Mahkamah Etik

Intan fauzi    •    Kamis, 29 Oct 2015 10:43 WIB
pembelian lahan rs sumber waras
Ahok Laporkan BPK ke Mahkamah Etik
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. (Foto:MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama melaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI ke Mahkamah Etik BPK. Ahok menuding penyidik BPK DKI tendensius terhadap audit kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 36 hektare di Grogol, Jakarta Barat.

"Saya kirim surat ke Mahkamah Etik BPK. Saya menganggap Kepala BPK DKI terlalu tendensius menjadikan ini (pembelian lahan RS Sumber Waras) untuk dibalikkan. Barang sudah dibeli harganya juga di bawah NJOP," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).

Penyidik BPK DKI memaksa Ahok untuk mengembalikan pembelian lahan yang diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar itu. Namun, menurut Ahok, tindakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, mengembalikan tanah tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Kalau dikembalikan merugikan negara enggak? Merugikan,” katanya.

Ahok menjelaskan, proses mengembalikan tanah harus melalui penjualan kembali. Sedangkan nilai pajak sudah lebih tinggi dari tahun sebelumnya, saat tanah Sumber Waras dibeli.

"Kalau pembelian tanah sudah final, enggak dibalikin semaunya. Harus dijualn lagi, ada pajak lagi. Siapa yang mau nanggung? Terus BPK perintahkan kita jual balik, batalkan. Bagaiman mau batal, sudah dibeli," jelas Ahok.

Seperti diketahui, BPK menyoroti adanya kejanggalan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah DKI 2014 terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Ahok mengaku dirinya tidak terima hasil audit BPK yang menilik ketidakwajaran atas pembelian tanah yang diduga merugikan negara senilai Rp191 miliar.


(FZN)