Anak Buah OC Kaligis Kembali Diperiksa KPK

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 29 Oct 2015 11:22 WIB
kpk tangkap hakim ptungratifikasi bansos sumut
Anak Buah OC Kaligis Kembali Diperiksa KPK
Ilustrasi,--Foto: Dok/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Fransisca Insani Rahesti, anak buah advokat Otto Cornelis Kaligis, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan dimintai keterangan dalam kasus suap anggota DPR terkait penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung.

Perempuan yang biasa dipanggil Sisca itu tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015) pukul 08.00 WIB. Dia tutup mulut soal pemeriksaan hari ini.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GPN (Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho) dan ES (istri Gatot, Evy Susanti)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati.

Ini bukan kali pertama Sisca berhadapan dengan penyidik. Teman kuliah mantan anggota DPR Patrice Rio Capella itu sudah pernah diperiksa pada Selasa 27 Oktober. Rio juga jadi tersangka.

Selain Sisca, lembaga antikorupsi juga memanggil Gatot dan Evy untuk diperiksa sebagai tersangka. Pasangan suami-istri ini sudah tiba di kantor pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki Cs pada 09.45 WIB.

Gatot-Evy irit bicara saat ditanya perkembangan kasusnya. Evy menjawab seadanya waktu ditanya soal P21 kasusnya. "Insya Allah ya," ungkap dia.

KPK mengembangkan kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Lembaga antikorupsi itu menjerat anggota DPR Patrice Rio Capella, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti.

Rio ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Oktober lalu. Ketiganya tersangkut kasus dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Rio diduga menerima suap dari Gatot-Evy. Dia disangka melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Gatot dan Evy diduga sebagai pemberi suap kepada Rio melalui Fransisca Insani Rahesti. Mereka disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a, huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.


(MBM)