Kasus Bom Mall Alam Sutera Unik

Ilham wibowo    •    Kamis, 29 Oct 2015 13:36 WIB
ledakan di alam sutera
Kasus Bom Mall Alam Sutera Unik
Polisi berjaga di lokasi ledakan di Mall Alam Sutera. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Polda Metro Jaya dan Densus 88 mengungkap kasus pengeboman di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian ada beberapa keunikan dari kasus ini.

Bom meledak di Mall Alam Sutera pada Rabu 28 Oktober, sekitar pukul 12.35 WIB. Sore pada hari yang sama, polisi menangkap tersangka Leopard Wisnu Kumala.

"Tersangka mengakui peristiwa kemarin dan terlibat kasus sebelumnya pada 6 Juli bom tidak meledak, kemudian 9 Juli bom meledak di toilet," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Bom yang meledak kemarin melukai kaki seorang karyawan. Menurut Kapolda, dibandingkan kasus-kasus bom di Bali atau di Hotel J.W. Marriot, Jakarta, bom di Mall Alam Sutera relatif lebih kecil.

"Namun ada beberapa hal unik yang jadi catatan kami," ujar Kapolda.

Keunikan pertama, pelaku tidak terkait jaringan teror yang sudah dipetakan polisi selama ini. "Pelaku tunggal, motif bukan dalam rangka ideologi tapi lebih banyak soal ekonomi untuk mendapatkan uang," kata Kapolda.

Kemudian, Kapolda menjelaskan didunia dikenal istilah jaringan teror atas nama kelompok dan ada istilah jihad tanpa pemimpin. Jihad tanpa pemimpin adalah pelaku belajar teror sendiri dari internet, berinovasi, dan beraksi sendiri.

"Ini (Leopard) juga sendiri tapi bukan untuk jihad, motifnya ekonomi. Di dunia barat ini jadi fenomena penting," katanya.

Kapolda mengatakan, bahan peledak yang digunakan Leopard jenis triacetone triperoxide mudah dibuat. "Tapi sangat sensitif dan sangat tidak stabil dan kelompok kategori high explosive," terangnya.

Meski bukan jaringan teroris, polisi tetap menjerat Leopard dengan Undang-Undang tentang teroris. "Kerena perbuatannya meresahkan masyarakat," kata Kapolda.


(TRK)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA