Wakapolrestabes Bandung Minta Go-jek Tidak Unjuk Kekuatan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 29 Oct 2015 15:59 WIB
gojek
Wakapolrestabes Bandung Minta Go-jek Tidak Unjuk Kekuatan
Foto: Ilustrasi spanduk penolakan ojek pangkalan terhadap transportasi berbasis aplikasi online/MI_Ramdani

Metrotvnews.com, Bandung: Wakil Polrestabes Bandung AKBP Gatot S mengimbau tidak ada lagi gesekan pengemudi ojek pangkalan (opang) dengan Go-jek di Kota Bandung. Hal itu ia sampaikan dalam mediasi utusan Go-jek dan Opang di kantornya.

Dalam mediasi sebelumnya, staf operasional Go-jek, Indra mengaku pihaknya bersikap terbuka menerima opang bila ingin bergabung. Gatot pun menyampaikan sikap perwakilan Go-jek itu kepada perwakilan opang.

"Kita sampaikan, sesuai pertemuan pertama kita dengan ojek pangkalan kemarin. Dari pertemuan ini akan kita pertemukan antara ketua ojek Kota Bandung dengan perwakilan dari Go-jek biar duduk bersama untuk menentukan solusi," kata Gatot S kepada wartawan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2015).

Menurut Gatot, opang belum paham dengan mekanisme transportasi berbasis aplikasi online, itu. Hal itu yang memicu gesekan Go-jek dengan opang.

"Mereka (opang) minim informasi, Go-jek bisa juga digunakan untuk mengantar barang, makanan, jadi tidak hanya untuk mengangkut penumpang. Tadi pihak Go-jek juga menyampaikan kepada kami agar menginformasikan hal-hal tersebut kepada ojek pangkalan," ujar dia.

Dia pun memberikan solusi kepada kedua pihak. Gatot meminta Go-jek tidak unjuk kekuatan (show of force). Ini guna menghindari gesekan dan salah paham dengan opang.

"Jangan show of force. Maksud show of force di sini, Go-jek tidak perlu mendirikan camp (tenda) Go-jek yang dikhawatirkan menimbulkan persepsi lain dari rekan-rekan ojek pangkalan. Kemudian perekrutan Go-jek jangan sampai menimbulkan konflik," imbuh dia.

Guna menjaga situasi kondusif, Polrestabes Bandung akan melakukan pengamanan. Termasuk berjaga di kantor Go-jek.

"Kita terus lakukan pengamanan seperti menerjunkan Babinkamtibmas dan pemantauan melalui unit intelijen. Kantor Go-jek juga kita jaga namun sifatnya tidak dilakukan secara khusus tapi tetap kami pantau," pungkas dia.


(TTD)