OJK: 262 Perusahaan Investasi Lakukan Penipuan

   •    Kamis, 29 Oct 2015 16:08 WIB
ojk
OJK: 262 Perusahaan Investasi Lakukan Penipuan
OJK,. MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Medan: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan sedikitnya ada 262 perusahaan investasi penipuan dengan mayoritas menawarkan produk investasi valas dan emas sehingga perlu ada pengawasan ketat melalui Satuan Tugas Waspada Investasi.

"Bahkan dari 262 perusahaan, 218 di antaranya tidak memiliki izin dari instansi berwenang manapun sehingga masyarakat harus benar-benar mewaspadai," kata Kepala OJK Regional 5 Sumatera, Ahmad Soekro Tratmono di Medan seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/10/2015).

Menurut dia, OJK melihat adanya kesamaan skema yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan investasi penipuan tersebut yaitu ponzi scheme dan pyramid scheme.

Soekro menyebutkan, melalui cara yang sederhana, gaya investasi penipuan tersebut sebenarnya dapat diidentifikasi dari beberapa cara mulai dengan  tawaran produk investasi yang menjanjikan pengembalian keuntungan dalam frekuensi/persentase/nominal yang pasti.

Umumnya return profit yang ditawarkan paling kurang mencapai tiga hingga empat kali rata-rata suku bunga deposito perbankan nasional.

"Tawaran model bisnis produk mirip dengan arisan berantai, kegiatan operasional tidak memiliki izin usaha, perusahaan tidak mampu menunjukkan detail pengelolaan investasi, struktur pengurus dan tawaran investasi cenderung menggunakan underlying emas yang fisiknya hanya ditunjukkan secara online," bebernya.

Dia mengutarakan, guna melindungi masyarakat dari tawaran investasi yang merugikan. OJK menilai perlu mengintensifkan kembali Satgas Waspada Investasi sebagai pilar utama pencegahan tumbuh kembang model investasi penipuan dan merugikan masyarakat.

"Satgas diharapkan mampu berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, Kejaksaan, Bank Indonesia, Kementerian Perdagangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan pihak terkait lainnya termasuk pemerintah provinsi/kabupaten dan kota," tegasnya.


(SAW)