Penumpang Bus Bandros Belum Diasuransikan

Roni Kurniawan    •    Kamis, 29 Oct 2015 16:29 WIB
kecelakaan bus
Penumpang Bus Bandros Belum Diasuransikan
Foto: Ilustrasi bus wisata dua lantai Bandung on the roads (Bandros)/MTVN_Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Bandung: Bus Bandung on the roads (Bandros) ternyata belum melengkapi asuransi bagi penumpang yang hendak berkeliling Kota Bandung. Bus pariwisata dua lantai itu masih menggunakan plat nomor kendaraan pribadi berwarna hitam.

Pengelola Bus Bandros Kota Bandung Firman Hidayat mengaku, seluruh Bus Bandros yang beroperasi di Kota Bandung belum beralih menggunakan plat kuning. Hal itu menjadi kendala untuk mengajukan asuransi ke PT Jasa Raharja.

"Saya sudah menghubungi Jasa Raharja. Cuma memang belum ketemu karena Bandros ini plat hitam semua. Jasa Raharja itu hanya meng-cover asuransi plat kuning, satu untuk kendaraannya melalui STNK, satu lagi penumpang umum," kata Firman saat dihubungi wartawan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2015).

Hal ini tentu merugikan Andy Setiawan Heryanto, 20, penumpang Bandros yang jatuh dari lantai dua bus akibat terkena kabel yang melintang saat bus melintasi kawasan Kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu 28 Oktober 2015.

Hal itu pun berlaku bagi Andy Setiawan Haryanto, 20, penumpang Bus Bandros yang jatuh dari lantai dua akibat terkena kabel yang melintang saat melalui kawasan Kantor Walikota Bandung, Jalan Wastukancana pada Rabu siang, 28 Oktober. Hingga kini, mahasiswa Universitas Parahyangan Bandung, itu masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Boromeus, Bandung.

Meski demikian, Firman mengaku pihaknya akan memberikan santunan kepada korban. Sayangnya, ia enggan membeberkan berapa besar santunan itu.

"Insha Allah, iya. Kita juga ngerti lah ya," tutur dia.

Pihak pengelola Bandros akan mengupayakan pengajuan asuransi itu ke Jasa Raharja. Firman optimis asuransi itu terealisasi dalam waktu dekat.

"Ini masih dalam pembicaraan. Belum ketemu titik temunya. Tapi arah ke sana sudah ada. Insha Allah dalam waktu dekat bisa terealisasi," imbuh dia.

Sementara itu, terkait keamanan penumpang Bus Bandros, pihak pengelola mengklaim sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baik untuk pengemudi maupun pemandu wisata (guide). Polisi masih menyelidiki kasus penumpang jatuh dari bus itu.

"Itu kan yang paling riskan memang di lantai dua ya. Itu kan ada guide ya, jadi secara guyonan guide itu selalu bilang "sekarang menunduk" ketika ada ranting pohon atau kabel. Jadi orang-orang itu menunduk semua. Karena memang si guide sudah hafal persis di mana ada ranting, di mana ada kabel," kata dia.


(TTD)