KMP Sebut RAPBN Tak Pro-rakyat, JK: Kita akan Bahas Lagi

Dheri Agriesta    •    Kamis, 29 Oct 2015 17:54 WIB
jusuf kallarapbn 2016
KMP Sebut RAPBN Tak Pro-rakyat, JK: Kita akan Bahas Lagi
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi Merah Putih (KMP) menilai RAPBN 2016 tak prorakyat. Banyak mata anggaran dianggap tak memihak pada rakyat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku belum mendengar pernyataan sikap koalisi kumpulan partai politik pengusung Prabowo-Hatta itu. Padahal, JK bertemu elite KMP di Rumah Dinas Wapres, tadi malam.

JK berjanji membahas pos-pos yang dianggap tak memihak rakyat dengan pihak-pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan. "Belum lagi kita mendengar itu. Nanti saya bicara dengan Menteri Keuangan," kata JK di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).

JK mengatakan, KMP memang mempertanyakan beberapa pos anggaran yang dianggap perlu diberi perhatian lebih. Pemerintah, kata JK, akan membahas lagi hal itu.

"Kita akan membahas lagi," kata dia.

Kemarin, Koalisi Merah Putih mengkritisi isi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Koalisi kumpulan partai oposisi ini menilai RAPBN 2016 tak pro-rakyat. 

KMP mengumumkan sikap itu melalui konferensi pers setelah menggelar pertemuan tertutup. Mereka yang hadir adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

"Kami membahas tentang RAPBN 2016, kami berpendapat kurang mencerminkan pro-rakyat. Karena itu kami sangat concern APBN bisa cepat selesai pada waktunya," kata Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie usai pertemuan di Bakrie Tower, Jakarta Selatan, Rabu 28 Oktober.


(KRI)