Mandiri Perkuat Provisi Jaga Kredit Bermasalah

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 29 Oct 2015 20:14 WIB
bank mandiri
Mandiri Perkuat Provisi Jaga Kredit Bermasalah
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Budi G Sadikin. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasar

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Budi G Sadikin mengaku optimistis jika pertumbuhan kredit sampai akhir tahun mampu memenuhi target 11-13 persen. Meskipun saat ini baru 10,7 persen, itu karena pengaruh fluktuasi nilai tukar.

"Pertumbuhan kredit 11 sampai 13 persen (sampai akhir tahun). Sekarang 10,7 persen karena pengaruh kurs. Kredit kita kena dampak, kredit rupiah 11,7 persen," ujarnya di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).

Dirinya menambahkan, jika terjadi penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) maka peehitunganan pendapatpan dalam dolar AS atau USD juga akan berkurang.

"Tapi karena rupiah menguat dan dolar kita kalau divalue terhadap rupiah jadi turun, itu pengaruh ke angka akhir," sambung Budi.

Untuk itu, sebagai langkah menjaga kredit bermasalah, Bank Mandiri akan mengambil langkah konsevatif dengan memperkuat pencadangan (provisi).

"Semua revenue kita masukin ke pencadangan, kita enggak akan bikin profit tinggi kalau risiko buruk, jadi kita punya kualitas cadangan," pungkas dia.



(SAW)