Kontroversi Rossi di Malaysia

Sebelum Insiden, Pengawas Balapan Harusnya Peringatkan Rossi & Marquez!

Achmad Firdaus    •    Kamis, 29 Oct 2015 22:55 WIB
<i>Sebelum Insiden, Pengawas Balapan Harusnya Peringatkan Rossi & Marquez!</i>
Valentino Rossi dan Marc Marquez saat menghadiri konferensi pers jelang MotoGP Jepang (Foto: AFP PHOTO / KAZUHIRO NOGI)

Metrotvnews.com, Gerno Di Lesmo: Insiden senggolan antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP Sepang, Malaysia, Minggu lalu, ternyata sudah diprediksi kubu Yamaha. Mereka bahkan sudah meminta pengawas balapan untuk memperingkatkan kedua pembalap.

Fakta ini diungkapkan direktur tim Yamaha, Massimo Meregalli. Dia menyatakan bahwa pihaknya sempat menemui pengawas balapan untuk memanggil Rossi dan Marquez dan memperingkatkan mereka untuk membalap secara fair.

Meregalli mengatakan, pihaknya melakukan hal tersebut karena sebelumnya sudah mencium adanya gelagat persaingan yang tidak fair antara Rossi dan Marquez pada MotoGP Australia, sepekan sebelumnya. Di balapan tersebut, Rossi dan Marquez juga terlibat pertarungan sengit. Itu belum ditambah komentar Rossi yang menuding Marquez coba membantu Lorenzo memenangi gelar juara dunia.

Sayangnya, permintaan kubu Yamaha tidak ditanggapi serius oleh pengawas balapan. Kedua pembalap tidak diperingkatkan, sehingga pada akhirnya terjadilah insiden senggolan pada lap ke-7 yang membuat Marquez terjatuh dan Rossi terkena hukuman start dari posisi buncit pada seri pamungkas di Valencia, 8 November mendatang.

"Sabtu 24 Oktober, Massimo Meregalli mendatangi pengawas balapan dan menyarankan agar mereka memanggil Rossi dan Marquez untuk diberikan peringatan sebelum balapan," demikian pernyataan juru bicara Yamaha.

"Akan tetapi, pengawas balapan mengatakan bahwa bukan hal penting untuk memanggil dan memperingkatkan kedua pembalap," lanjut pernyataan tersebut.

Graziano, ayah dari Valentino Rossi pun kecewa dan marah dengan sikap pengawas balapan yang terkesan terlalu menganggap remeh masalah kedua pembalap.

"Setelah pernyataan tersebut, pengawas balapan harusnya memanggil mereka berdua dan memperingkatkan. Mereka harus menenangkan kedua pembalap dan meminta mereka untuk membalap seperti bisa, tanpa harus mengganggu satu sama lain," ketus Graziano dalam wawancara dengan media Italia, Oggi.

"Itu adalah tugas mereka (pengawas balapan) untuk memperingatkan kepada kedua pembalap, bahwa mereka berdua akan dipantau saat balapan. Dan jika mereka melakukan tindakan yang salah, maka mereka akan mendapat hukuman. Tapi, mereka (pengawas balapan) justru tidak mengatakan apapun," imbuhnya.

Lebih jauh, Graziano menyatakan bahwa komentar yang dilontarkan putranya itu bukan hanya dugaan pribadi. Rossi diyakininya tidak akan melontarkan penyataan tersebut hanya untuk mencari pembelaan.

"Pada hari Kamis sebelum balapan (saat Rossi berbicara kepada media soal tudingannya kepada Marquez), putra saya sudah membunyikan alarm," kata Graziano.

"Valentino bukan seorang pemimpi dan jika ia melakukan sesuatu, itu bukan karena ia ingin membuat kontroversi. Tapi karena ia ingin pengawas balapan bertindak untuk menghindari apa yang ditakutkannya. 

Tekanan kepada pengawas balapan semakin deras tatkala Carlo Pernat, manajer dari pembalap Ducati, Andrea Iannone juga ikut memberikan statement yang intinya menuding pengawas balapan juga telah melakukan kesalahan.

"Pengawas balapan melakukan kesalahan besar karena tidak mengatakan apapun setelah komentar Valentino Rossi di konferensi pers," ujar Pernat.

"Seharusnya, setelah pernyataan Rossi yang mengatakan Marquez coba mengganggunya di GP Australia, pengawas balapan memanggil kedua pembalap dan menanyakan, 'Apa yang terjadi?' Tapi, mereka tidak melakukan apa-apa," lanjutnya.

"Saya rasa pengawas balapan terlalu menganggap remeh masalah ini. Saya tidak mengatakan mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Tapi, harus kita akui mereka tidak bisa mengendalikan masalah ini dengan benar," tandasnya. (Motorsports)
(ACF)