Presiden FIM: Insiden Rossi-Marquez Meracuni Atmosfer MotoGP

Kautsar Halim    •    Jumat, 30 Oct 2015 14:02 WIB
motogpmotogp 2015
Presiden FIM: Insiden Rossi-Marquez Meracuni Atmosfer MotoGP
Pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi (kiri) dibayangi Pebalap Repsol Honda Marc Marquez saat menjalani sesi kualifikasi MotoGP Malaysia. ( MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com: Presiden Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), Vito Ippolito, memberikan surat peringatan kepada para pembalap motor dunia lainnya agar tidak meniru insiden Valentino Rossi dan Marc Marquez. Dalam surat itu, Vito menekankan persaingan antara Rossi dengan Marquez telah meracuni ajang MotoGP.

Seperti diketahui, Rossi telah dinyatakan berbuat curang ketika merebut podium ketiga MotoGP Malaysia pada akhir pekan lalu. Pembalap asal Italia itu terbukti telah menendang Marquez hingga tersungkur dan tidak dapat melanjutkan balapan pada lap ketujuh.

Atas aksi kurang sportif itu, Race Direction akhirnya menjatuhkan sanksi yang sangat merugikan kepada Rossi. The Doctor dijatuhi hukuman tiga poin penalti yang artinya harus memulai balapan dari posisi paling akhir pada seri selanjutnya, MotoGP Valencia.

Langkah Rossi untuk merebut gelar juara pada tahun ini hanya berselisih tujuh poin dari Jorge Lorenzo yang bertengger di urutan kedua klasemen sementara.

Sampat saat ini, sanksi tersebut masih menuai kontroversi hebat di kalangan pecinta MotoGP. Masing-masing fan dan seluruh tim yang bersangkutan mendukung idola masing-masing meski sanksi yang sudah diturunkan tidak berubah. Vito sangat menyayangkan hal ini terjadi dan berharap insiden tersebut tidak terulang lagi. (crash)

Berikut isi surat presiden Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), Vito Ippolito:

Event belakangan ini, yang melibatkan perebutan gelar juara dunia MotoGP FIM 2015 memberikan efek besar terhadap kompetisi dan telah meracuni atmosfer di sekitar olahraga itu sendiri. Kita sudah makin menjauh dari tradisi yang menjunjung sportifitas dari budaya balap motor.

Setiap orang memang memiliki hak untuk mengekspresikan idenya. Tapi, tiap perkataan yang terlontar dan tindakan yang dilakukan pasti memiliki konskuensi. Setiap individu yang melakukan hal itu harus bertanggung jawab atas semua konskuensinya.

Terutama untuk para pembalap, kalian semua harus memperhatikan ini. Masing-masing dari kalian memiliki ribuan fan yang menyaksikan saat berlaga di lintasan dan mendengarkan apa yang kalian katakan di luar lintasan. Atas alasan tersebut, kami pun sangat memperhatikan hal ini bukan hanya melalui kejuaraan saja, melainkan juga tetapi terhadap sikap disiplin kita yang harus memberikan contoh bagaimana olahraga ini dilakukan dengan baik serta bagaimana aspirasi kalian itu tersampaikan

Tanggung jawab ini berlaku untuk seluruh peserta, tim dan sponsor juga. Apapun kebenaran dan kesalahan permasalahan ini, harusnya kalian tidak menyulut persoalan dengan mempengaruhi keputusan panitia balapan (Race Direction). Apa lagi insiden itu sudah jelas merupakan bagian dari tindakan anarki yang dapat merusak perkembangan olah raga kita.

Atas nama FIM dan semua orang yang sudah melakukan yang terbaik untuk kejuaraan ini, saya harap sesi terakhir MotoGP yang berlangsung di Valencia bisa berjalan dengan lancar. Para pembalap bisa mengerahkan seluruh kemampuannya di lintasan sambil menjunjung tinggi semangat fair play.


 


(FIT)