PKL Penerima Kredit Diseleksi Ketat

Intan fauzi    •    Jumat, 30 Oct 2015 14:05 WIB
pkl
PKL Penerima Kredit Diseleksi Ketat
PKL di Lenggang Jakarta Monas. (Foto: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyeleksi secara ketat pedagang kaki lima (PKL) yang berhak mendapatkan bantuan kredit usaha. Hanya pedagang yang rajin membayar retribusi dapat bantuan kredit berbunga rendah.
 
Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi menjelaskan, rutinitas pedagang membayar retribusi mencerminkan karakter pedagang. Menurut Kresno, hal itu menjadi modal kepercayaan pemerintah kepada pedagang untuk meminjamkan modal usaha. Data karkater perdagang bisa didapat dari Bank DKI dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) DKI Jakarta.
 
"Sebetulnya dari sisi perbankan ada penilaian karakter yang informasinya kita terima dari dinas KUKM," kata Kresno di Pasar Taman Puring, Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).
 
Kresno menegaskan, pedagang yang mengemplang retribusi tidak akan mendapat bantuan kredit. "Karakter itu kita lihat dari kriteria dia bayar retribusi, ada yang tidak pernah bayar, ada yang kadang-kadang, ada juga yang ngemplang. PKL yang seperti itu ditinggal saja," papar Kresno.
 
Selain itu, ada kriteria administrasi yang harus dipenuhi pedagang. "Ada kriteria khusus, harus terdaftar di Dinas KUKM dan memiliki ID berupa ATM Bank DKI. Untuk membuat itu tentu mereka harus mempunya KTP DKI," ujarnya.
 
Hari ini Pemprov DKI menyerahkan bantuan kredit usaha sebesar Rp 1 miliar untuk 100 PKL.
Mereka tersebar di Pasar Taman Puring, Pasar Meruya Ilir, Barito, Bintaro, PKL Sunda Kelapa dan PKL Nyi Ageng Serang. Uang yang disalurkan kepada PKL merupakan dana Bank DKI. Pedagang wajib mengembalikan pinjaman itu.
 
Pedagang diberikan jangka waktu enam bulan hingga satu tahun untuk membayar pinjaman. Besar pinjaman Rp 5 juta – 10 juta dengan bunga 1% per bulan.


(FZN)