Kabareskrim: Kalau Ada Razia di Toko, Lapor Saya!

Husen Miftahudin    •    Jumat, 30 Oct 2015 14:15 WIB
sni
Kabareskrim: Kalau Ada Razia di Toko, Lapor Saya!
Kabareskrim Mabes Polri, Anang Iskandar (kiri). (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan tidak ada razia terhadap pemberlakuan produk-produk wajib Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemendag bersama Bareskrim Polri dan Bea Cukai hanya melakukan pengawasan pada produk wajib SNI di pelabuhan, pabrik, dan pasar.

"Di pasar itu ibaratnya kolam yang kolam itu diisi dari keran-kerannya produk impor dan dalam negeri. Pelabuhan itu ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi sebelum barang itu masuk ke pasar dalam negeri. Di Kementerian Perindustrian punya petugas pengawas standar di pabrik yang melakukan pengawasan di pabrik untuk produk-produk yang diberlakukan SNI wajib," kata Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Widodo di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Kabareskrim Polri Anang Iskandar menegaskan, pihaknya hanya melakukan pengawasan terhadap pemberlakuan produk-produk yang wajib SNI. Pengawasan dilakukan untuk melindungi produk dalam negeri dari kebocoran produk impor ilegal, baik karena administrasi maupun pelabuhan tikus.

"Ini diawasi agar barang yang masuk ke Indonesia tidak merugikan konsumen kita. Sekarang ini kita dalam rangka sosialisai untuk menjaga produk kita agar jangan sampai ada penyelundupan dan barang yang masuk secara ilegal," papar dia.

Terkait isu razia yang dilakukan oleh pihak Kepolisian di pusat-pusat perdagangan, Anang dengan tegas membantah. Ia menjelaskan, razia yang dilakukan di sekitar pusat perdagangan seperti Pasar Asemka dan Glodok merupakan penindakan atas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedang direlokasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena tak sesuai dengan peruntukkannya.

"Seluruh Direktur Reserse Kriminal Khusus yang saya kumpulkan di Mabes Polri sudah saya sampaikan dan pengarahan bahwa tujuan operasi atau kegiatan ini bukan untuk semata-mata menindak mereka yang di lapangan dari toko ke toko, tapi menjaga agar jangan sampai barang (ilegal) masuk ke Indonesia. Saya tegaskan bahwa tidak ada sweping ke toko-toko. Kalau ada, lapor sama saya," pungkas Anang.


(AHL)