Kotak-Katik Ahok Soal UMP

Intan fauzi    •    Jumat, 30 Oct 2015 14:21 WIB
ump
Kotak-Katik Ahok Soal UMP
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pengupahan DKI telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DKI 2016 sebesar Rp3,1juta. Namun, penetapan itu belum ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ahok punya perhitungan sendiri.
 
"Saya sudah ngomong, sudah mengarahkan. Kami rapat dulu. Belum saya tanda tangan," kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Pasar Taman Puring, Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2015).
 
Ahok mengakui, penetapan nilai UMP DKI serupa dengan yang diperkirakan pemerintah. Angka Rp3,1 juta didapat dari jalan tengah yang diusulkan pengusaha dan serikat pekerja.
 
"Jadi ini tetap mengarah seperti rumus kami sebetulnya. Walaupun kami gunakan rumus PP (Peraturan Peraturan 78 tahun 2015) karena pengusaha rela tambah Rp100 ribu. Makanya, jatuhnya seperti rumus kami KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang dituntut dari buruh. Buruh menuntut KHL karena dalam UU Nomor 23 Tahun 2003 itu mengarah ke KHL," kata Ahok.
 
Ahok menegaskan, DKI patuh pada peraturan pemerintah. Tapi, dia memastikan angka yang bakal DKI tetapkan juga memperhitungkan KHL.
 
Sebelumnya dalam rapat dengan Dewan Pengupahan DKI, pengusaha mengusulkan UMP 2016 Rp3.010.500 sementara pekerja mengusulkan Rp3.133.000. Mereka sepakat menetapkan UMP Rp3,1 juta.


(FZN)