Gerindra: BUMN Harus Nyumbang APBN Bukan Menggerogoti

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 30 Oct 2015 14:47 WIB
rapbn 2016
Gerindra: BUMN Harus <i>Nyumbang</i> APBN Bukan Menggerogoti
Wakil Ketua DPR Fadli Zon--Metrotvnews.com/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Gerindra keukeuh menolak pengesahan RAPBN 2016. Menurut mereka alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terlalu besar.  

"Nanti kita lihat sikap pemerintah terhadap tuntutan bahwa anggaran kembali kepada rakyat, BUMN kan harus untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kalau terus berulang untuk apa ada BUMN. BUMN harus nyumbang APBN, bukan menggerogoti," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra  Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jumat (30/10/2015).

Dia mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi cuaca ekonomi yang tidak jelas. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia akan hadapi MEA. "Daya saing masih lambat. Asumsi yang dipakai ‎sangat konservatif. Kita lihat mudah-mudahan bisa tercapai," bebernya.

Sikap kita, lanjutnya, tidak ada yang namanya anggaran terhenti. Bisa memakai anggaran lalu. "Kita ingin ada musyawarah mufakat. Tapi itu untuk kebaikan masyarakat. Anggaran harus prorakyat. Masing-masing fraksi punya penilaian. Sah saja maupun menerima, menerima dengan catatan, menolak ini masih proses belum selesai. Kita lihat sampai tuntas," imbuhnya.

Fraksi Gerindra menolak hasil pembahasan panja asumsi Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) 2016. Gerindra menilai, alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN tahun depan terlalu besar. Gerindra menilai RAPBN 2016 tidak berpihak kepada masyarakat.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edi Prabowo mempertanyakan pentingnya BUMN disuntik anggaran besar. Di APBNP 2015, kata Edi, Gerindra menyetujui usulan penambahan PMN ke BUMN. Tapi, penyerapannya masih rendah.

"Apakah Gerindra harus menutup mata untuk menyetujui. Tidak terserap tiba-tiba ada penambahan baru. Ada apa ini?" tanya Edi.

Gerindra melihat tidak ada keseriusan pemerintah. Edi menjelaskan, keinginan Gerindra tidak banyak. Partainya ingin program pemerintah itu apa adanya. "Jelas fakta. Kalau tidak bisa mencapai, katakan tidak bisa. Ini untuk kepentingan rakyat," kata Edi.


(YDH)