Usai Kematian Mahasiswa, Bandros Tak Boleh Beroperasi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 30 Oct 2015 16:02 WIB
kecelakaan bus
Usai Kematian Mahasiswa, Bandros Tak Boleh Beroperasi
Bus Bandros yang beroperasi di Kota Bandung. Foto: Antara/Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) menghentikan sementara operasional bus pariwisata Bandung Tour On the Bus (Bandros) hingga ada evaluasi dari pemkot Bandung dan polisi.

"Sementara saya stop dulu. Jadi, hari ini tidak ada Bandros yang beroperasi," kata Emil di Mapolrestabes, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2015).

Emil mengaku tak bisa mencabut izin Bandros karena dialah penggagasnya. Walaupun saat ini dikelola pihak ketiga.

"Semua yang berwenang itu pihak ketiga (swasta). Ini fakta yang saya sampaikan. Saya menggagas dan menerima lalu menyerahkan ke pihak ketiga. Jadi saya tidak berwenang mengurus perizinan Bandros," kata dia.

Mengenai penghentian operasional Bandros, Emil mengaku memiliki kepentingan agar kejadian yang sama tidak terulang. "Tujuan kita membangun Bandung kan seperti itu, everybody happy. Aman. Mengenai kendala ini akan saya cek," ujar Emil.

Selanjutnya, bagi korban mahasiswa yang meninggal akibat terjatuh dari Bandros, pihaknya telah memberikan dana untuk pembiayaan rumah sakit. "Saya ganti biaya rumah sakit," kata dia.

Andy Setiawan Haryanto, 20, mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung meninggal di RS Borromeus pada Kamis 29 Oktober pukul 19.20 WIB. Sebelumnya, Andy jatuh dari lantai dua bus Bandros yang sedang melintasi kawasan Kantor Wali Kota Bandung, di Jalan Wastukencana pada Rabu, 28 Oktober. Andy jatuh karena terjerat kabel yang melintang di kawasan tersebut. Ia terluka parah di bagian kepala.


(UWA)