Menteri Marwan: PKPM Terobosan Menanggulangi Kemiskinan

Taufik Rahman    •    Jumat, 30 Oct 2015 17:28 WIB
desa tertinggal
Menteri Marwan: PKPM Terobosan Menanggulangi Kemiskinan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemiskinan harus segera ditanggulangi karena menghambat terwujudnya kesejahteraan bangsa. Namun berbagai upaya penanggulangan kemiskinan selama ini belum menghasilkan capaian yang diharapkan, maka perlu ada terobosan.

“Pengentasan kemiskinan saat ini memasuki periode krusial karena sasarannya penduduk miskin di desa-desa tertinggal, wilayah terpencil sulit dijangkau, perbatasan dan pedalaman," ujar ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

"Kami kembangkan program Peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Masyarakat (PKKPM) sebagai solusi kongkrit masalah kemiskinan di desa,” sambungnya. 

Program PKKM merupakan pengembangan penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat miskin. Bentuknya berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang menjamin peningkatan taraf hidup secara layak dan berkesinambungan.

Ada lima aspek pendekatan yang digunakan; manusia, keuangan, sarana dan prasarana, alam, dan sosial-politik. "Sosial, manusia dan keuangan menjadi arah tindak engembangan program PKKPM ini,” jelas Marwan.

Untuk mensukseskan program ini, dikembangkan strategi 

  1. memperkuat aspek sosial di dalam masyarakat khususnya ketahanan mereka dalam mengatasi berbagai situasi guncangan dan kerentanan, 
  2. meningkatkan kemampuan/keterampilan masyarakat miskin untuk mengisi kesempatan kerja yang tersedia dan mengembangkan kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia, 
  3. mendorong peran pemerintah daerah mengembangkan identifikasi dan pengembangan potensi lokal dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat miskin, 
  4. menyediakan infrastuktur ekonomi pendukung kebutuhan masyarakat miskin.

Tiga program utamanya:
  1. Pengembangan Usaha/Kerja Keluarga (PUKK) yang dilaksanakan melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat guna memberikan keterampilan dan meningkatkan keahlian masyarakat miskin/rentan.
  2. Penyediaan Infrastruktur Ekonomi (PIE) dalam bentuk bantuan dana untuk pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat miskin guna menunjang kegiatan ekonomi.
  3. Ketiga pendampingan oleh tenaga ahli sebagai fasilitator bagi kelompok rumah tangga miskin mulai dari tahapan pembentukan dan manajemen kelompok, analisis potensi, pengusulan usaha produktif, pelaksanaan kegiatan, pengelolaan, dan pemasaran produk.

Tahun ini program PKKPM telah dilaksanakan di 183 kecamatan di 114 kabupaten pada 33 provinsi di luar DKI Jakarta. Pemilihannya berdasarkan ranking Indeks Kemiskiinan Wilayah (IKW). 

Bahkan diujicoba penuh di 26 kecamatan pada 14 kabupaten di lima provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, dan Jambi. Sementara itu, 157 kecamatan lainnya menjadi tempat ujicoba untuk program PIE. 

“Ujicoba penuh atau full treatment itu artinya lokasi tersebut mendapat dana BLM untuk kegiatan PUKK dan PIE masing-masing kecamatan mendapatkan dana Rp1,5 miliar untuk kegiatan PUKK dan Rp1,5 miliar untuk PIE” papar menteri kelahiran Pati ini. 

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Johozua Markus Yoltuwu menambahkan, mekanisme memperoleh dana BLM untuk PUKK dan PIE berangkat dari usulan warga bersangkutan. Sebab masyarakat yang paling mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan agar dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

"Jadi mereka sendiri yang mengajukan program atau kegiatan apa saja yang akan mereka laksanakan untuk kita biayai,” jelasnya.

Selanjutnya rencana kerja diajukan ke unit pelaksana kegiatan (UPK) di kecamatan untuk mendapatkan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB). Surat itu ditandatangani oleh Camat setempat dan ketua UPK. 

“Dari sana, rencana kerja yang di dalamnya memuat rencana penggunaan dana itu kemudian diserahkan ke satuan kerja (satker) di Kemendes PDTT Jakarta. Satker selanjutnya memverifikasi guna memastikan proposal masyarakat itu memenuhi syarat dan memang benar adanya,” ujarnya.  

Melihat manfaat nyata dan dampak positifnya, program PKKPM akan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi desa hingga 2 persen. Bahkan memberikan pekerjaan minimal 500 ribu orang.

“Sehingga berdampak mengurangi angka kemiskinan di desa hingga 2 juta orang, dan jumlah rumah tangga yang berhasil ditingkatkan daya beli dan kesejahteraannya saya perkirakan tidak kurang dari 500 KK” ujar  Johozua.





(LHE)