Ribuan Buruh Siap Menginap di Disoskertrans Jombang

Nurul Hidayat    •    Jumat, 30 Oct 2015 17:43 WIB
demo buruh
Ribuan Buruh Siap Menginap di Disoskertrans Jombang
Aksi ribuan buuh di depan Kantor Disoskertrans Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2015). (Metrotvnews.com/Nurul Hidayat)

Metrotvnews.com, Jombang: Ribuan buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengepung Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2015).

Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jombang pada tahun 2016 sebesar Rp2,7 juta dan menolak Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan. Massa menolak PP soal mekanisme dalam pengupahan tersebut.

Mereka menuding, PP 78 tahun 2015 adalah alat untuk mengatur dan melegalkan kenaikan upah minimum di bawah rata-rata 10 persen setiap tahun. 

"Karena diatur formula atau rumus penghitungan dengan upah minimum ditambah inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi sama dengan upah minimum," ujar kordinator aksi FPR, Leo. 

Leo menambahkan, jika tuntutan para buruh tidak dipenuhi, mereka akan menduduki Kantor Dinaskertras. "Jika perlu kita akan menginap di sini, jika memang itu tidak cukup, besok kami akan melakukan mogok daerah," imbuhnya.

Pantauan Metrotvnews.com, hingga pukul 17.00 WIB, ribuan buruh masih menduduki Kantor Dinaskertras di Jalan Wahid Hasyim, Jombang.

"Sedikitnya seribu buruh siap menduduki kantor Dinaskertras Jombang. Para buruh ini berasal dari hampir seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang," jelas Teguh Wahono, salah satu buruh.

Saat ini, UMK Kabupaten Jombang sebesar Rp1,7 Juta. Para buruh meminta agar Bupati Jombang Nyono Suherli ikut menolak PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.


(SAN)