Boomerang & Greenpeace Indonesia Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Hutan

Adi Waluyo    •    Jumat, 30 Oct 2015 17:48 WIB
boomerang
Boomerang & Greenpeace Indonesia Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Hutan
Boomerang. (Foto:IST)

Metrotvnews.com, Palangkaraya: Peristiwa kebakaran hutan yang diikuti oleh pencemaran kabut asap hingga kini masih terus merajalela. Boomerang, sebagai salah satu grup rock papan atas di Tanah Air merasa terpanggil untuk menyuarakan kepedulian mereka.

Tidak hanya menyuarakan lewat lagu, Boomerang juga aktif melakukan berbagai aksi nyata atas kepedulian mereka terhadap lingkungan. Bersama tim Greenpeace Indonesia, dua personel Boomerang, yakni Andi Babas (vokalis) dan Faried Badjeber (drummer) baru saja mengunjungi lokasi kebakaran hutan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Dalam rangka bearing witness, sejak tanggal 26 sampai 29 Oktober 2015, kami bersama teman-teman Greenpeace Indonesia meninjau titik-titik api dan kondisi masyarakat di sana,” tutur Babas.

Ia pun miris melihat kondisi masyarakat yang terganggu aktivitas dan kesehatannya karena kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan perkebunan.

“Yang kita temui di Palangkaraya adalah perusakan hutan dan lahan yang begitu besar. Masyarakat di sana terpapar asap berbulan-bulan dalam kondisi yang sangat berbahaya untuk kesehatannya,” ujar Babas seraya mengatakan bahwa masih banyak masyarakat terpencil di sana yang belum menerima bantuan.



Kondisi itulah yang membuat Boomerang dan Greenpeace Indonesia bertekad mendesak pemerintah agar masalah tersebut cepat diselesaikan dan tidak berulang setiap tahunnya. “Melalui kampanye #KepoItuBaik yang digagas Greenpeace Indonesia pada bulan lalu, kami sangat mendukung,” tegas Faried. 

Menurutnya, masyarakat berhak untuk mengetahui transparansi data dan kebijakan dari pemerintah dalam upaya mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan. Hal ini sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mendukung penyelenggaraan negara yang baik dan transparan. Apalagi data yang diminta sangat mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

Kampanye #KepoItuBaik diluncurkan Greenpeace Indonesia melalui petisi www.kepoitubaik.com setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menolak membuka data kehutanan dalam format shapefile yang dibutuhkan untuk pemantauan kehutanan dalam rangka keterlibatan masyarakat luas demi membangun tata kelola kehutanan yang baik dan bersih (good and clean governance). 

“Pemerintah kewalahan mengatasi deforestasi dan kebakaran hutan. Ini waktu yang tepat melibatkan publik untuk membantu menanggulangi bencana tahunan ini. Berapa hutan yang tersisa? Siapa yang mengkavling hutan lindung? Itulah pertanyaan yang tidak bisa dijawab kecuali pemerintah membuka akses publik terhadap data tersebut,” kata Teguh Surya, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia.

“Kalau pemerintah mau transparan soal data kehutanan, berarti mereka setuju terhadap pemberantasan korupsi. Biasanya kalau ada yang ditutup-tutupi itu pasti ada sesuatu yang busuk. Ayolah, sekarang bukan zamannya lagi main tutup-tutupan. Buka dan ajak publik terlibat, karena kepo itu baik,” timpal Babas.

Babas juga menceritakan, selama di Palangkaraya, rombongan sempat mendatangi perkampungan suku Dayak dan habitat Orangutan. Untuk menuju ke sana, mereka menyusuri sungai Rungan dengan perahu kayu. “Empat jam naik perahu hanya dua kali ketemu orang utan liar. Orangutan yang menjadi korban bencana adalah ulah manusia,” tuturnya.


Yang mencengangkan lagi, mereka melihat langsung lahan bekas kebakaran hutan yang ditanami bibit sawit. Babas pun geram kepada 'dalang' di balik penanaman pucuk-pucuk sawit itu, yang diduga sebagai pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan. “Inilah yang perlu diungkap. Karena menurut kami dengan ketertutupan informasi dapat memberi peluang terjadinya pratik-praktik ilegal,” tandasnya.

Menjelang akhir kunjungannya, tim Boomerang dan Greenpeace Indonesia membuat video akustik lagu Boomerang berjudul Ekologi di tengah lokasi bekas kebakaran hutan. Lagu dari album Harmonis Tidak Seragam ini memberikan pesan untuk selalu peduli terhadap lingkungan. Berikut penggalan liriknya: “Aku tahu kau pun merasakan, ketika bumi semakin panas, bencana pun datang menyapu daratan, saatnya kita harus peduli”.

“Video klip ini akan mendukung kampanye kami untuk menyadarkan masyarakat lebih mencintai dan melindungi lingkungan alamnya. Kami akan menayangkannya melalui berbagai media sosial,” kata Afif Saputra selaku Social Network Coordinator, Greenpeace Indonesia. 

 
(LOV)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA