Kemendag Tunda Aturan Ketentuan Impor Produk Tertentu

Husen Miftahudin    •    Jumat, 30 Oct 2015 17:55 WIB
kementerian perdagangan
Kemendag Tunda Aturan Ketentuan Impor Produk Tertentu
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Dewi Fajriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 87 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu yang menjadi polemik bagi para pelaku usaha dalam negeri membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus menunda pemberlakuan aturan tersebut. Permendag yang sedianya akan berlaku efektif pada 1 November 2015 ini ditunda menjadi 1 Januari 2016.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Karyanto Suprih mengatakan, penundaan aturan tersebut diberlakukan atas dikeluarkannya Permendag Nomor 94 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permendag Nomor 87 Tahun 2015. Permendag 94 tersebut berisi tentang perubahan masa pemberlakuan peraturan Permendag 87 yang diubah menjadi 1 Januari 2016.

"Sudah ditandatangani Pak Menteri dan sudah saya kirim ke Bea Cukai per hari ini dan berlakunya besok. Bahwa nanti pada waktu itu ada penyesuaian, kita belum tahu, yang pasti kita tunda," ujar Karyanto ditemui di kantornya, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Menurut dia, Permendag 87 juga difokuskan untuk melindungi industri dalam negeri agar terinspirasi dari produk-produk luar sehingga mampu berinovasi. "Kita melindungi mereka sebetulnya, namun dibacanya kan untuk membuka pasar. Kita melindungi kok supaya tumbuh industri dalam negeri," papar dia.

Karyanto menerangkan, terbukanya pasar Indonesia dari produk-produk luar mengingat tak seimbangnya produksi dan kebutuhan yang ada di dalam negeri. "Sekarang kita lihat kebutuhan dalam negeri berapa, lalu kemampuan produksi dalam negeri berapa. Konsumen kita kan sekarang cerdas, dia mencari produk berkualitas. Tidak bisa kita memproduksi gitu-gitu saja," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman menuturkan, produsen dalam negeri meminta agar tetap bisa mengimpor produk-produk komplementer, produk test pasar, dan produk yang untuk sementara diimpor karena skala usahanya masih kecil.

"Di dalam Permendag 87 kan tidak bisa. Saya sudah bicara dengan Ketua Deregulasi Bu Arlinda dan saya pikir ada kesalahpahaman atau salah komunikasi yang ke depan harus kita perbaiki bersama," jelasnya.

Adhi menuturkan, produsen yang memiliki pabrik tak bisa mengimpor produk karena tak memiliki Angka Pengenal Importir Umum (API-U). "Kita kan tidak boleh minta API-U, harus punya PT lain atau nunjuk PT lain untuk jadi importir. Satu PT hanya boleh punya API-P (Angka Pengenal Importir Produsen) atau API-U," pungkas Adhi.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

17 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA