Kebakaran Lahan, Target Perusahaan Pemasok APP Terancam Gagal

Husen Miftahudin    •    Jumat, 30 Oct 2015 19:41 WIB
sinar mas group
Kebakaran Lahan, Target Perusahaan Pemasok APP Terancam Gagal
Ilustrasi kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah perusahaan pemasok Asia Pulp & Paper (APP) diperkirakan gagal memenuhi target produksi akibat terbakarnya ribuan lahan akasia siap panen di Ogan Komering Ilir.

Kepala Bagian Bidang Hubungan Eksternal PT Bumi Andalas Permain Iwan Setiawan mengatakan, meski angka kerugian belum dihitung secara pasti tapi secara kasat mata dapat terlihat karena hampir 90 persen lahan yang dimiliki telah terbakar.

"PT BAP memiliki luas lahan akasia mencapai 192 ribu hektare (ha) dan hampir 90 persen terbakar pada kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Saat ini belum bisa dipastikan berapa nilainya, karena tanah masih ada bara apinya dan belum bisa diinjak," ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Menurutnya, sejak awal PT BAP beserta lima perusahaan lainnya yakni PT Bumi Mekar Hijau, PT Sebangun Bumi Andalas, dan tiga lagi di Musi Banyuasin yakni PT Rimba Hutani Emas, PT Bumi Persada Permai, dan Tripupa Jaya diproyeksikan untuk memenuhi permintaan OKI Pulp And Paper di Ogan Komering Ilir.

Perusahaan OKI Pulp And Paper ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2016 dengan mengharapkan suplai sebanyak tiga juta ton pulp, kemudian menjadi 6 juta ton pulp pada tiga bulan berikutnya dari lima perusahaan tersebut. Namun, kebakaran lahan yang masuk areal konsesi sejak 9 September tersebut telah menghanguskan ribuan hektare lahan akasia siap panen.

Sementara, dalam satu hektare saja bisa menghasilkan 200 kubik akasia, padahal 1 ton pulp membutuhkan sekitar empat ton kayu akasia. "Kontribusi PT BAP sendiri diharapkan 40 persen dari kebutuhan OKI Pulp & Paper. Tapi dengan kondisi ini, sudah jelas akan sulit tercapai," kata dia.

Dia menambahkan, bukan hanya produksi yang terancam gagal tercapai, tapi juga munculnya ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). PT BAP tercatat memiliki tenaga kerja berjumlah sekitar 700 orang yang sebelumnya diproyeksikan untuk tahapan penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

"Jika sudah terbakar begini, apa yang harus dipanen. Sementara dalam bisnis perkebunan akasia ini, tenaga kerja untuk pemanenan yang banyak dibutuhkan," pungkas Iwan.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA