Pilkada Surabaya 2015

Debat Perdana, Pengamat: Risma-Whisnu Unggul

Amaluddin    •    Jumat, 30 Oct 2015 23:10 WIB
pilkada serentak
Debat Perdana, Pengamat: Risma-Whisnu Unggul
Pasangan kepala daerah Rasiyo (kiri) dan Lucy Kurniasari (kedua kiri) serta Tri Rismaharini (kedua kanan) dan Wisnu Sakti Buana (kanan) mengikuti Debat Publik yang diadakan KPU Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (30/10). Foto: Antara/Tri SP

Metrotvnews.com, Surabaya: Pakar politik Universitas Airlangga Surabaya, Krisnugroho, menilai pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana lebih menguasai materi Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya ketimbang pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari. Pasangan petahana itu dinilai memiliki pengalaman selama memimpin Kota Surabaya.

Dalam rentang masa kepemimpinan Risma–Whisnu, Krisnugroho mengakui telah banyak menorehkan prestasi nasional dan internasional. “Over all (secara keseluruhan), kalau dari prestasi incumben lebih unggul. Dari skor, nilainya 1-0 untuk Risma-Whisnu,” kata dia setelah menyaksikan debat pilkada Surabaya yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta, Jumat (30/10/2015).

Krisnugroho menyatakan kedua pasangan memiliki perspektif sama untuk menyejahterakan masyarakat Kota Surabaya. Dia menangkap, dari paparan yang disampaikan Risma-Whisnu, program yang disampaikan ingin meningkatkan apa yang sudah dicapai saat ini apabila diberi kepercayaan memimpin kembali. “Risma ingin menaikkan level dari tahap satu ke tahap kedua,” terangnya.

Dia mengakui, tema debat perdana, yakni Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat cukup menarik. Pasalnya, hal itulah yang dibutuhkan masyarakat langsung. “Dari paparan yang disampaikan tersebut, diharapkan bisa mewujud di masa mendatang,” kata dia.

Kris mengapresiasi program Risma-Whisnu yang ingin memberikan beasiswa kepada warganya sampai jenjang perguruan tinggi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Namun demikian, program tersebut perlu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat karena pemerintah juga memberikan subsidi untuk masyarakat miskin yang mengenyam pendidikan tinggi.

“Terutama untuk uang kuliah tunggal, subsidi bagi masyarakat tak mampu, pemerintah kota perlu koordinasi dengan pusat,” kata dia.

Dari sisi infrastruktur, yakni sarana dan prasarana, Krisnugroho mengakui selama masa kepemimpinan Risma-Whisnu banyak kemajuan yang terjadi. “Di atas kertas, untuk ukuran keberhasilan fisik, kepemimpinan Risma-Whisnu bisa menata kota menjadi hijau dan teratur,” katanya.

Hanya, dia menyarankan, untuk aplikasi program pembangunan ke depan, pemerintah kota perlu menekankan pada skala prioritas, terutama untuk pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat.

Tentang pelaksanaan debat cawali dan cawawali, meski terdengar semarak, Krisnugroho menilai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota masih terlihat kaku. Namun, dia menganggap hal itu masih wajar karena dua pasangan calonberhati-hati menyampaikan pendapat. “Mungkin dalam dialog berikutnya sudah lebih interaktif,” kata dia.


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA