RJ Lino Tak Takut Dicopot Jadi Dirut Pelindo II

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 30 Oct 2015 23:16 WIB
pelindo
RJ Lino Tak Takut Dicopot Jadi Dirut Pelindo II
Direktur Utama IPC atau PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) R.J. Lino (FOTO: MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), RJ Lino mengatakan dirinya siap untuk dicopot jabatannya bila yang dilakukan selama ini pada sistem pelabuhan malah mengorbankan banyak orang.

Lino menjelaskan, sistem 'first come, firs service' tidak tepat diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok. Lantaran banyak kapal yang lebih urgent untuk mendapatkan pelayanan pertama seperti logistik bulog dan penumpang.

"Kalau saya diganti karena itu silakan saja, tapi tidak boleh mengorbankan orang banyak, negeri ini tidak boleh mengorbankan orang banyak," kata Lino, usai temu media di JS Luwansa Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Lanjut Lino, dia mengungkapkan, sebagai seorang menteri koordinator itu tidak memiliki kapabilitas teknis seperti ini. Seharusnya, menurut Lino, tataran seorang menteri adalah makro.

"Menteri itu tatarannya makro, bukan yang sifatnya teknis gitu, bongkar rel, come on, kasian negeri ini," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli meminta agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno untuk mencopot jabatan RJ Lino sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Hal itu dikatakan Rizal saat rapat pansus angket Pelindo II. Ia mengatakan karena selama ini dipimpin RJ Lino, Pelindo II telah merugikan negara dengan jumlah yang besar seperti dwelling time dan kasus Jakarta International Container Terminal (JICT).

"Kami akan menuliskan surat kepada Menteri BUMN agar saudara Lino dan siapa pun yang terlibat segera diganti," kata Rizal usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2015).


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA