Hari Ini, Presiden Tinjau Lahan Hutan Gambut di Palangkaraya

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 31 Oct 2015 07:34 WIB
Hari Ini, Presiden Tinjau Lahan Hutan Gambut di Palangkaraya
Presiden Joko Widodo (tengah) tiba di Bandara Halim Bandara Halim Perdanakusumah seusai menghadiri rangkaian acara KTT ASEAN di Malaysia, Jakarta, Senin (27/4/2015).--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan bertolak dari Jambi ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) pagi ini, Sabtu (31/10/2015). Orang nomor satu di republik ini akan meninjau lahan hutan gambut di Kabupaten Pulau Pisau.

Jokowi bersama Ibu Negara, Iriana Widodo dan rombongan lainnya dijadwalkan bertolak ke Palangkaraya sekitar pukul 09.00 WIB, dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia 1 melalui Bandara Sultan Thaha Syarifuddin, Jambi.

Sesampainya di Palangkaraya sekitar pukul 11.30 WIB, Jokowi bersama rombongan lekas meninjau fasilitas pendidikan di SDN 8 Pahandut di Jalan Dr. Murjani Gang Purwosari, Kota Palangkaraya, Kalteng. Dalam tinjauannya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan berdialog dengan guru dan anak didik di SDN 8 Pahandut.

Kemudian sekitar pukul 13. 20 WIB, Jokowi melanjutkan kembali kegiatannya di Palangkaraya. Jokowi akan meninjau lahan hutan gambut di Kabupaten Pulau Pisau melalui jalur darat.

Akhir kegiatannya, Jokowi bersama rombongan akan meninggalkan Palangkaraya sekitar pukul 16.00 WIB, untuk kembali ke Jakarta melalui Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya. Kemudian, Jokowi dan rombongan akan mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo berkantor di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dan melakukan sejumlah kunjungan di Palembang. Kemudian, Jokowi terbang ke Jambi untuk meninjau kondisi warga Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. (Antara)

 
(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA