PLN-S2P Teken Pembelian Listrik USD1.094 juta

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 31 Oct 2015 11:39 WIB
pln
PLN-S2P Teken Pembelian Listrik USD1.094 juta
Direktur Utama PLN Sofyan Basir (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PLN (Persero) dan PT Sumber Segara Primadaya (S2P) melakukan penandatanganan perjanjian pembelian tenaga listrik senilai USD1.094 juta. Pembelian tenaga listrik ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menyatakan dana sebesar itu dikeluarkan untuk pembelian tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi Fase II dengan kapasitas terpasang 1 x 1.000 megawatt (MW).

Sofyan tidak menampik dana investasi yang dikeluarkan terbilang besar yaitu USD1.094 juta. Jumlah investasi yang begitu besar ini diakui Sofyan didapatkan dari pinjaman luar negeri di mana pinjaman luar negeri itu tercatat sebanyak 80 persen dari total investasi.

"Biaya investasi proyek ini sebesar USD1.094 juta yang berasal dari pinjaman luar negeri sebanyak 80 persen. Financing close diharapkan tercapai di Oktober 2016," jelas Sofyan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Dirinya berharap dengan adanya pinjaman tersebut pembangunan konstruksi fisik pembangkit yang diperkirakan memakan waktu 39 bulan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.500 orang ini bisa terlaksana dengan baik dan cepat.

"PLTU Cilacap Ekspansi 1 x 1.000 MW dijadwalkan beroperasi komersial (COD) pada kuartal I-2020 untuk memasok listrik ke sistem kelistrikan 500 kiloVolt (kV) Jawa-Bali," jelas Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan juga mengahrapkan agar pembangkit ini dapat memproduksi energi yang besar sehingga kebutuhan listrik di dalam negeri bisa segera terpenuhi. "Pembangkit ini diharapkan memproduksi energi listrik kurang lebih sebesar 6.622 Giga Watt hour (GWh) per tahun," pungkas dia.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA